Beranda Hukum Korupsi Rp 17,5 M di Disdik Lampung, Edward dan Aria Ditahan di...

Korupsi Rp 17,5 M di Disdik Lampung, Edward dan Aria Ditahan di Rutan Wayhui

495
BERBAGI
Ilustrasi

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek bantuan siswa miskin senilai Rp 17,7 di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung,  Edward Hakim dan Aria Sukma S. Rizal,ditahan Kejaksaan Negeri Bandarlampung di Rumah Tahanan Wayhui,Lampung Selatan, Selasa malam (15/3).

Edward (Kasubag Perencanaan Dinas Pendidikan Lampung) dan Aria Sukma (PNS bagian Pemberdayaan Masyarakat) ditahan usai diperiksa di Kantor Kejari Bandarlampung sejak Selasa petang.

“(Penahanan) Itu setelah Kejati Lampung menerima pelimpahan tahap kedua (tersangka dan barang bukti) dari penyidik Satgasus Kejagung,” kata  Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung, Yadi Rachmat.

Yadi mengatakan, Edward dan Aria ditahan karena jumlah kerugiannya mencapai miliaran dan agar tidak menghilangkan barang bukti.


BACA: Korupsi Bantuan Siswa Miskin Rp 17,7 M di Diknas Lampung, Jaksa Masih Lakukan Pemberkasan

Terkait dengan tersangka lain, yakni mantan Kepala Dinas Pendidikan Tauhidi, Yadi mengayakan berkas untuk perkara Tauhidi masih dalam penelitian penyidik Kejaksaan Agung.

Kasus korupsi bantuan untuk siswa miskin yang mauk pagu anggaran APBN 2012 di Dinas Perndidikan Lampung tergolong ‘unik’. Pertama, karena publik pada umumnya baru tahu ada proyek sebesar itu setelah kasus mencuat.

Kedua, pihak di luar Dinas Pendidikan Lampung yang turut  terlibat dalam kasus itu seolah tidak tersentuh hukum karena sudah mengembalikan uang proyek.

“Keunikan” ketiga, meskipun nilainya mencapai belasan miliar rupiah, namun pada praktiknya dilaksanakan dengan sistem penunjukan langsung.

Proyek bantuan untuk siswa miskin tersebut tercatat dalam proyek bernama Pengadaan Perlengkapan Sekolah Siswa Kurang Mampu SD/MI/SMP/MTs dengan anggaran APBN 2012 sebesar Rp17,7 miliar lebih. Dana sebesar itu dibagi dalam 93 paket pekerjaan di 13 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

SIMAK: Kejaksaan Agung Periksa Tauhidi Sebagai Tersangka Kasus Korupsi di Dinas Pendidikan Lampung

Untuk menangani kasus ini, tim Kejagung turun langsung ke Lampung.  Menurut data tim penyidik Kejagung, jumlah kerugian negara dalam proyek tersebut sebesar Rp9 miliar. Jumlah kerugian itu berkurang menjadi Rp6,5 miliar karena Hendrawan, salah satu tersangka, mengembalikan uang fee sebesar Rp2,5 miliar.

Uang fee itu didapatkan Hendrawan sebagai  jasa mengkoordinasi sejumlah perusahaan yang dilibatkan dalam pengadaan perlengkapan sekolah untuk siswa miskin.

TL-RH/Dewira