Beranda News Sosial Kosela Berikan Trauma Healing Untuk Anak-Anak Korban Tsunami Selat Sunda

Kosela Berikan Trauma Healing Untuk Anak-Anak Korban Tsunami Selat Sunda

308
BERBAGI
Musisi perdamaian dunia, Kim Commanders bersama anak-anak korban tsunami di tenda pengungsian di kaki lereng Gunung Rajabasa.
Musisi perdamaian dunia, Kim Commanders bersama anak-anak korban tsunami di tenda pengungsian di kaki lereng Gunung Rajabasa.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN-Relawan dari Korporat Seniman Jalanan Lampung (Kosela) memberikan bantuan trauma healing terhadap anak-anak korban bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi di wilayah pesisir Lampung Selatan.

Trauma healing tersebut diberikan dengan mendatangi langsung ke tenda-tenda tempat korban anak-anak yang mengungsi bersama orangtuanya di beberapa titik lokasi yang berada kaki lereng Gunung Rajabasa.

Trauma healing itu diberikan untuk menghilangkan rasa traumatis atau ketakutan yang dialami anak-anak akibat bencana tsunami yang melanda di wilayah Way Muli, Way Muli Timur, Kunjir dan Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

“Trauma healing diberikan agar anak-anak melupakan peristiwa tsunami yang dialaminya sehingga mereka bisa ceria lagi dan kembali menatap masa depan,”kata Ketua Kosela, Kim Commanders, saat ditemui di tenda pengungsian di kaki lereng Gunung Rajabasa, Senin (31/12/2018).

Menurut Kim trauma healing diberikan tim relawan Kosela terhadap anak-anak pengungsi sejak hari pertama pascatsunami hingga sampai saat ini dengan mendatangi langsung ke tenda-tenda pengungsian.

“Trauma healing diberikan kepada anak-anak dengan memberikan sebuah permainan sederhana. Kami juga memberikan media kertas dan alat tulis untuk menggambar dan mewarnai serta memberikan buku-buku bacaan cerita anak-anak,”ungkapnya.

Selain memberikan trauma healing, kata Kim, tim relawan Kosela lainnya dari para penggiat literasi Lampung Selatan yang dikomandoi Sugeng Haryono (Motor Pustaka), Raja Muda Say Saka, Zainal Abie, dan lainnya melakukan aktivitas sosial lainnya melakukan penyedian dan pengiriman konsumsi untuk para pengungsi, distribusi bantuan sembako, obat-obatan, pakaian dan lainnya.

Agar tenda-tenda pengungsian itu tidak gelap, lanjut Kim, para relawan dari Pempas (Pemuda Pasuruan) menyalurkan bantuan minyak premium untuk menghidupkan mesin genset yang ada di tempat pengungsian tersebut. Selain itu juga, sejumlah bantuan lainnya diberikan langsung kepada para pengungsi yang menjadi korban dampak gelombang tsunami.

“Semua itu dilakukan tim relawan Kosela dan lainnya sejak hari pertama pasca terjadinya tsunami di wilayah Way Muli, Way Muli Timur, Kunjir dan Sukaraja. Lokasi itu, merupakan paling teparah terkena dampak gelombang tsunami. Pendistribusian bantuan,mendatangi langsung para korban ke tenda pengungsian di kaki lereng Gunung Rajabasa,”terangnya.

Loading...