Beranda Ekbis Ekonomi Kota Bandarlampung Deflasi 0,33 Persen pada Februari 2019

Kota Bandarlampung Deflasi 0,33 Persen pada Februari 2019

147
BERBAGI
Ilustrasi deflasi
Virtual Product March 2019

TERASLAMPUNG.COM — Pada Februari 2019, Kota Bandarlampung mengalami deflasi sebesar 0,33 persen. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, defisit tersebut disebabkan adanya penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 135,47 pada Januari 2019 menjadi 135,02 pada Februari 2019.

“Dari tujuh kelompok pengeluaran, dua kelompok mengalami deflasi atau penurunan indeks di Kota Bandar Lampung,” kata Kepala BPS Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, Jumat, 1 Maret 2019.

BACA: Kota Bandarlampung Alami Inflasi 0,24 Persen pada Januari 2019

Perinciannya, kata Yeane, yaitu kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 2,40 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,11 persen. Sebaliknya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,24 persen.

Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen; dan kelompok kesehatan 0,43 persen. Sementara, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga; dan kelompok sandang tidak mengalami perubahan indeks.

“Sumbangan kelompok pengeluaran umum dalam pembentukan deflasi bulan Februari 2019 adalah sebesar 0,33 persen. Dua kelompok pengeluaran yaitu, kelompok bahan makanan memberikan andil pada pembentukan deflasi sebesar 0,57 persen; dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen,” katanya.

Sebaliknya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memberikan andil dalam pembentukan inflasi sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,02 persen; dan kelompok kesehatan 0,02 persen. Sementara, kelompok sandang dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks.

Beberapa komoditas yang dominan memberikan andil dalam pembentukan deflasi bulan Februari 2019 diantaranya: cabai merah 0,18 persen; beras 0,13 persen; bawang merah 0,08 persen; jeruk 0,07 persen; telur ayam ras 0,06 persen; bawang putih 0,02 persen; jengkol 0,02 persen; bensin 0,02 persen; minyak goreng 0,01 persen; dan cabai rawit 0,01 persen.

Loading...