Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Kota Bandarlampung Inflasi 0,06 Persen pada November 2019

Kota Bandarlampung Inflasi 0,06 Persen pada November 2019

517
BERBAGI
Illustrasi

TERASLAMPUNG.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung merilis: pada November 2019 Kota Bandarlampung mengalami inflasi sebesar 0,06 persen. Inflasi disebabkan karena adanya peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 139,17 pada Oktober 2019 menjadi 139,26 pada November 2019.

Menurut BPS, dari tujuh kelompok pengeluaran di Kota Bandar Lampung, lima kelompok, yaitu kelompok bahan makanan mengalami inflasi (peningkatan indeks) sebesar 0,07 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,20 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,07 persen.

Selanjutnya kelompok sandang 0,07 persen; dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen.

“Sebaliknya, dua kelompok mengalami deflasi atau penurunan indeks, yaitu kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,10 persen,” kata Kepala BPS Lampung, Yeane Irmaningrum, Senin, 2 Desember 2019.

Yeane mengatakan, sumbangan kelompok pengeluaran umum dalam pembentukan inflasi bulan November 2019 adalah sebesar 0,06 persen.

Empat kelompok pengeluaran yaitu, kelompok bahan makanan memberikan andil dalam pembentukan inflasi sebesar 0,01 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau memberikan 0,03 persen; kelompok perumahan, air,listrik, gas dan bahan bakar 0,02 persen; kelompok sandang 0,01 persen.

Sebaliknya, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen. Sementara, kelompok kesehatan dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan tidak memberikan andil dalam pembentukan inflasi maupun deflasi.

Yeane mengungkapkan, komoditas yang dominan memberikan andil dalam pembentukan inflasi bulan November 2019 diantaranya: bawang merah 0,15 persen; telur ayam ras 0,03 persen; tomat sayur 0,03 persen; beras 0,03 persen; cung kediro 0,02 persen; rokok kretek 0,02 persen; upah pembantu rumahtangga 0,02 persen; udang basah 0,02 persen; tahu mentah 0,01 persen; dan kopi bubuk 0,01 persen.