Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Kota Bandarlampung Kembali Dikepung Banjir

Kota Bandarlampung Kembali Dikepung Banjir

2608
BERBAGI
Banjir di Jl ZA Pagar Alam, Sabtu pagi (18/1/2020),

TERASLAMPUNG.COM — Hujan deras yang mengguyur Kota Bandarlampung pada Jumat malam (17/1/2020) menyebabkan sejumlah wilayah di Bandarlampung dilanda banjir. Selain daera-daerah yang sudah menjadi “langganan banjir”, banjir juga terjadi di wilayah, Gedongmeneng, Rajabasa, dan Way Halim.

Banjir di Labuhan Ratu hingga Rajabasa, tepatnya mulai depan kampus Umitra hingga depan Terminal Rajabasa pada Jumat malam menyebabkan arus lalu lintas macet total hingga lebih satu jam.

“Malam ini macet parah di under pass Unila. Dari depan umitra sampai depan Terminal Rajabasa, hampir 1 jam lebih waktu tempuhnya,” kata Wiyadi, Ketua DPRD Bandarlampung, di akun Facebook Mas Wiyadi, Jumat malam (17/1/2020).

Untuk mengurai arus kendaraan yang terjebak banjir di depan Pintu Keluar Terminal Rajabasa, petugas mengalihkan arus lalu lintas di sejumlah jalan. Hingga Sabtu pagi (18/1/2020) banjir di kawasan ini masih terjadi.

di RT2/ LK II Gunungsulah, Kecatan Way Halim Bandarlampung. Foto: Jamhari

Banjir di wilayah ini diduga karena drainase di sisi kiri dan kanan Jalan ZA Pagar Alam tersumbat atau mampat sehingga air hujan tidak bisa mengalir melalui drainase. Akibatnya, air menggenang di jalan raya dengan ketinggian hingga sekitar satu meter.

“Tinggi genangan banjir sampai sekitar semeter,” kata Misdiyanto, petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung, Misdiyanto.

Jajaran Sat Lantas Polresta Bandar Lampung Aiptu M Anis Kanit Turjawali mengatakan, pihaknya terpaksa untuk sementara melakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Terminal Rajabasa  dengan cara contra flow untuk kendaraan yang dari arah Kota Bandarlampung menuju arah Rajabasa.

“Kendaraan dari arah rajabasa menuju kota diarahkan untuk masuk ke Terminal Rajabasa dengan menggunakan jalur paking kiri,” katanya.

Polisi bersama petugas Dinas PU Bandarlampung juga berusaha membersihkan sampah yang menutup drainase atau gorong-gorong di sisi kanan-kiri jalan sehingga genangan air di jalan bisa surut dan bisa dilalui kendaraan.

Loading...