Beranda Teras Berita Kota Bandarlampung Peringkat Pertama Peredaran Narkoba di Lampung

Kota Bandarlampung Peringkat Pertama Peredaran Narkoba di Lampung

445
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kasubdit III Ditesnarkoba Polda Lampung, AKBP Zulfikar. (Foto: Teraslampung/Zainal Asikin)

BANDARLAMPUNG–Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung menyatakan, Kota Bandarlampung sebagai daerah paling rawan dalam peredaran dan penyalahgunaan narkotika, apabila dibandingkan daerah tingkat dua lainnya (kabupaten/kota) di Lampung.  Hal tersebut berdasarkan data hasil ungkap Ditresnarkoba Polda Lampung selama kurun waktu Januari hingga April 2015.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan melalui Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Lampung, AKBP Ahmad Zulfikar mengungkapkan, berdasarkan data selama empat bulan (Januari-April 2015), peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Bandarlampung semakin marak, yakni dengan 96 kasus.

“Berdasarkan data, pada Januari hingga April 2015 ada 96  kasus narkoba yang terjadi di Bandarlampung mencapai sebanyak 96 kasus.Peringkat kedua Lampung Selatan dengan  76 kasus. Tersangka kasus narkoba yang terbanyak  di Bandarlampung, yakni 138 tersangka. Seluruh tersangka yang diamankan tersebut, terdiri dari pengedar, bandar, dan pengguna,” kata Zulfikar.

“Bandarlampung menjadi kota paling rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba sebab kehidupan malamnya lebih semarak dibanding daerah/Kabupaten lain. Oleh karena itu, Bandarlampung menjadi incaran dari para sindikat narkoba,”kata dia.

Menurut Zulfikar, peredaran narkoba kini juga mulai merambah ke dalam Lapas dan Rumah Tahanan Way Hui dan Rajabasa.

Kedua tempat itu, kata Zulfikarm  tergolong daerah yang paling rawan peredaran narkoba dan obat­-obatan terlarang.

“Pengendalinya adalah narapidana penghuni penjara. Kasus narkoba ini memang sudah sangat mengkhawatirkan, oleh karena itu pihaknya pun akan terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Lampung dan jajaran. Mungkin  saja untuk ditahun ini mengalami peningkatan karena baru empat bulan sudah ada sebanyak 418 kasus narkoba. Kami akan terus berupaya memberantas peredarannya di Lampung ini, agar Lampung dapat terbebas dari narkoba,”tegasnya.

Zulfikar mengatakan, selama tiga tahun terakhir (2012-­2014), kasus narkoba di Lampung terus mengalami peningkatan. Pengguna narkoba bahkan tak mengenal usia dan status sosial.

“Pemakainya mulai kalangan warga biasa hingga ke pejabat publik. Tak hanya di wilayah perkotaan, tapi sudah sampai ke pelosok desa,” katanya.

Berdasarkan data Polda Lampung, kasus narkoba sejak Januari sampai akhir November tahun 2014 mencapai 911 kasus. Jumlah ini lebih besar dibandingkan tahun 2013  (815 kasus) dan 2012 dengan 644 kasus.

Loading...