Kota di Sumatera dan Investasi Pasca-Pandemi Covid-19

  • Bagikan
I.B. Ilham Malik

Oleh: Dr. Eng. Ir. I.B. Ilham Malik*

Setiap daerah yang ingin maju harus bersegera mempersiapkan daerahnya agar dapat cepat menangkap peluang dalam waktu dekat ini. Kita tahu bahwa wabah Covid-19 yang melanda dunia nampaknya akan mengalami penurunan eskalasi. Masyarakat sudah sangat akrab dengan persoalan ini dan berupaya untuk mengikuti apa yang telah disarankan oleh pemerintah dan secara bersamaan mencari cara sendiri untuk menambahi cara yang telah pemerintah ajarkan agar dapat beradaptasi atau terhindar dari wabah penyakit.

Pada masa yang akan datang, pola hidup manusia akan mengalami perubahan. Hal ini menuntut semua perencana bangunan gedung, perencana kota, maupun perencana sistem transportasi, harus dapat menyediakan seluruh kebutuhan baru yang dibutuhkan oleh masyarakat kita dalam rangka beradaptasi dengan perubahan pola hidup, seiring dengan terjadinya wabah penyakit beberapa waktu yang lalu.

Hingga saat ini, wabah Covid-19 masih saja bercokol dan menimbulkan rasa khawatir terutama di kalangan pemerintah, karena memang pemerintah memiliki tanggung jawab besar pada masa depan dan kesehatan masyarakatnya. Namun,  kita bisa juga merasakan adanya penurunan eskalasi dari keberadaan wabah ini. Jika ini memang terbukti mengalami penurunan dampak, maka setiap daerah harus dapat mempersiapkan dirinya menangkap berbagai peluang setelah sekian lama kalangan pengusaha, kalangan perbankan, dan lembaga keuangan lainnya, termasuk masyarakat, tidak berinvestasi dan tidak melakukan aktivitas yang bisa memberikan dampak pada ekonomi daerah dan perkotaan.

Jumlah investasi akan mengalami peningkatan, begitu juga aktivitas masyarakat akan secara bertahap mengalami peningkatan. Mereka akan berinvestasi dan beraktivitas di manapun, terutama pada daerah yang mampu memberikan peluang positif pada kalangan pengusaha dan masyarakat. Bagi kalangan pengusaha, daerah yang memiliki potensi memberikan keuntungan besar kepada investasi yang ditanamkan oleh para pengusaha di daerah itu, adalah daerah yang akan mereka utamakan sebagai tempat investasi. Kalangan pengusaha tentu saja mencoba untuk pragmatis di tengah kondisi yang memang serba tidak menentu ini. Mereka akan berinvestasi di daerah yang bisa memberikan keuntungan sebesar-besarnya dalam jangka waktu yang sangat pendek.

Ketika ada masalah yang serupa dengan masalah yang telah kita alami sejak 2020 hingga kini 2021, kalangan pengusaha tentu ingin mendapatkan keuntungan besar dalam jangka waktu yang pendek. Sehingga, mereka bisa memiliki kecukupan dana untuk memenuhi kebutuhan investasi pascawabah berikutnya.

Kita tentu sangat berharap seluruh kalangan agar dapat segera melakukan analisis terkait dengan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dengan demikian, pihak pengusaha dan masyarakat dapat lebih tenang berhadapan dengan tantangan itu. Pada saat ini, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah menyiapkan kondisi di setiap daerah agar dapat mengambil peluang yang muncul setelah berlalunya masa wabah ekstrem di negara kita.

Kota di Sumatera harus dapat segera menyiapkan diri agar dapat memenuhi kebutuhan kalangan investor dan masyarakat. Terkait dengan masyarakat ini adalah berupa masyarakat yang akan melakukan perjalanan wisata dan aktivitas lainnya seperti era sebelum wabah muncul. Tetapi pasti akan ada penyesuaian-penyesuaian pada pola perjalanan yang akan mereka lakukan, karena hanya objek wisata yang bisa membantu meyakinkan kalangan masyarakat bahwa mereka akan aman dan sehat ketika masyarakat berada disana dan beraktivitas menikmati objek pariwisata yang ada di lokasi tersebut. Mereka tidak berpotensi besar terpapar wabah. Maka masyarakat akan menjadikan daerah itu sebagai tempat wisata mereka bersama dengan keluarga.

Pengelola tempat wisata harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang menuntut adanya tempat wisata yang ramah terhadap lingkungan, mencegah terjadinya penyebaran wabah dan juga ramah terhadap kebutuhan masyarakat yang berkunjung ke daerah tersebut. Sebab,  sudah bisa dipastikan objek pariwisata inilah yang nanti akan didatangi oleh banyak masyarakat dan akhirnya bisa memberikan keuntungan besar kepada pengelola tempat wisata. Jadi, di sisi lain pengelola tempat wisata juga harus dapat menangkap apa yang dirisaukan oleh setiap pengunjungnya atau setiap calon pengunjung yang terkait dengan tempat wisata mereka.

Pengelola objek pariwisata juga harus dapat segera memperbaiki dan melengkapi sarana dan prasarananya sehingga tidak muncul keluhan. Jika tidak segera beradaptasi maka pada akhirnya masyarakat akan meninggalkan tempat-tempat wisata yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pola hidup masyarakat masa kini. Itulah sebabnya tempat wisata yang berkaitan dengan wisata alam akan cenderung lebih dominan didatangi oleh warga, karena memang wisata alam memberikan peluang yang kecil terjadinya penyebaran wabah penyakit.

Jadi, pihak pemerintah bersama dengan pihak pengelola pariwisata harus dapat berkonsultasi dengan masyarakat dan juga pihak investor, guna membahas apa yang perlu disiapkan agar setiap kota bisa mendapatkan keuntungan dari berakhirnya masa penyebaran wabah. Karena seperti yang tadi terasa sampaikan, telah terjadi trend penurunan eskalasi dan juga adanya peningkatan keyakinan seluruh pihak tentang masa depan ekonomi setelah didera habis-habisan oleh masalah yang cukup memberatkan.

Pihak yang berkaitan dengan masa depan kota perlu duduk bersama untuk menyamakan persepsi dan juga menyamakan langkah, sehingga apa yang harus dilakukan nantinya merupakan suatu hal yang yang patut untuk di dilaksanakan karena sudah didiskusikan dan sudah sesuai dengan konteks kebutuhan dan kondisi pada saat itu.

Saya melihat, tampaknya semua pihak pada saat ini masih belum melakukan konsolidasi dan belum menyusun berbagai macam strategi dalam rangka menyikapi era pasca corona seperti yang sekarang ini sedang berproses untuk menjadi seperti itu. Jika kota yang ada di pulau Sumatera tidak mampu beradaptasi dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan juga kalangan perusahaan setelah era ini nanti berakhir, maka sudah bisa kita perkirakan bahwa pertumbuhan kota-kota di Sumatera akan mengalami perlambatan. Dan pada akhirnya, ketika berkah masa wabah ini berakhir, kota tersebut pun pada akhirnya tidak mampu mengambil peluangnya.***

*Dr. Eng. Ir. I.B. Ilham Malik, Peneliti Center for Urban and Regional Studies (CURS)

  • Bagikan