KPK Akhirnya Tetapkan Bupati Tanggamus Sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi

  • Bagikan
Bupati Tanggamus Bambang Kurniawanmelambaikan tangan ke arah para wartawan saat akan memasuku Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling, Bandarlampung, untuk menjalani pemeriksaan KPK, Kamis (14/4/2016).
Bupati Tanggamus Bambang Kurniawanmelambaikan tangan ke arah para wartawan saat akan memasuku Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling, Bandarlampung, untuk menjalani pemeriksaan KPK, Kamis (14/4/2016).

TERASLAMPUNG.COM, JAKARTA– Setelah sekitar enam bulan pascapemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  KPK akhirnya menetapkan Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan sebagai tersangka kasus gratifikasi terkait pengesahan APBD Tanggamus 2016, Kamis (20/10/2016).

“Ya, sudah (jadi) tersangka,” kata Wakil Ketua KPK La Ode Syarif, di Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Gratifikasi yang diduga dilakukan oleh Bambang Kurniawan dilakukan pada Desember 2015, usai pengesahan APBD tahun 2016. Pemberian uang oleh Bambang itu berujung pada pelaporan beberapa anggota Dewan Tanggamus ke KPK.

BACA: 10 Jam Diperiksa KPK, Bambang Kurniawan Langsung “Ngacir”

Sebanyak 13 anggota DPRD Tanggamus yang telah menerima uang itu kemudian melapor ke KPK dan  menyerahkan uang gratifikasi itu ke Direktorat Gratifikasi KPK.

Ke-13 anggota DPRD Tanggamus itu adalah Agus Munada, Ahmad Parid, Baharen,Diki Fauzi. Fahrizal, Nursyahbana, Hailina, Herlan Adianto, Heri Ermawan,  Sumiyati,  Tahzani, Kurnain, dan Tri Wahyuningsih.

BACA: Kasus Gratifikasi, Bupati Tanggamus Diperiksa KPK di SPN Kemiling

Mereka menerima uang dari Bambang Kurniawan dengan jumlah berbeda-beda. Agus Munanda dan Herlan Adianto mendapatkan  Rp 65 juta, Nursyabana Rp 40 juta, Heri Ermawan Rp 30 juta, Baharen Rp 64,8 juta, Sumiyati Rp 38,6 juta, Fahrizal Rp 30 juta, Tahzani Rp 29,9 juta, Kurnain Rp Rp 40 juta, Ahmad Parid Rp 30 juta, Tri Wahyuningsih Rp 30 juta, Hailina Rp 30 juta dan Diki Rp 30 juta.

Total uang yang diberikan Bambang Kurniawan kepada para anggota Dewan itu berjumlah Rp 523.350.000. Uang itulah yang kemudian diserahkan ke Direktorat Gratifikasi KPK.

Berbekal laporan tersebut, KPK kemudian memeriksa para anggota Dewan Tanggamus dan Bupati Bambang Kurniawan untuk dimintai keterangan pada pertengahan April 2016 lalu.

BACA: Dugaan Gratifikasi Bupati Tanggamus, KPK Periksa Para Anggota DPRD 

Ketika datang memenuhi panggilan untuk diperiksa KPK di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Kemiling, Bandarlampung, pada 14 April 2016 lalu., Bambang Kurniawan masih terlihat percaya diri dan yakin bahwa dirinya tidak bersalah. Ia terlihat sumringah dan menyapa para wartawan yang hendak meminta komentarnya. Namun, ketika hendak meninggalkan SPN Kemiling Bambang terlihat buru-buru dan menghindari pertanyaan para wartawan.

  • Bagikan