Beranda Hukum Korupsi KPK: Komisioner KPU Tersangka Korupsi, Ini Pengkhianatan Demokrasi

KPK: Komisioner KPU Tersangka Korupsi, Ini Pengkhianatan Demokrasi

589
BERBAGI
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, ketua KPU RI, Arief Budiman dan juru bicara KPK, Ali Fikri (kanan), bersama penyidik menunjukkan barang bukti uang hasil OTT Komisioner KPU RI, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020. Penyidik KPK resmi menetapkan terhadap empat orang tersangka sebagai penerima suap yang diduga terkait penetapan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI terpilih 2019-2024. TEMPO/Imam Sukamto

TERASLAMPUNG.COM — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Lili Pintauli Siregar, menegaskan pemberian suap kepada komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan merupakan pengkhianatan terhadap demokrasi.

Menurut Lili, proses hukum yang dilakukan KPK merupakan bagian dari penyelamatan lembaga KPU.

“Sehingga orang-orang yang bermasalah dapat ditindak dan tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar,” kata Lili dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis malam, 9 Januari 2020.

Lili menegaskan, persekongkolan antara oknum penyelenggara pemilu dengan politisi dapat disebut sebagai pengkhianatan terhadap proses demokrasi. Padahal, kata dia, demokrasi dibangun dengan susah payah dan dengan biaya yang sangat mahal.

KPK menetapkan 4 tersangka atas dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

“Sejalan dengan penyelidikan, KPK menetapkan 4 tersangka. Sebagai penerima suap, WSE Komisioner KPU dan ATF, mantan anggota Bawaslu. Sebagai Pemberi yaitu HAR (Harun Masiku) dan SAE dari swasta,” kata Lili.

Sebelumnya, operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wahyu dilakukan pada Rabu, 8 Januari 2020 saat Wahyu hendak berangkat ke Belitung. KPK juga menciduk 7 orang lainnya pada 8 dan 9 Januari di Jakarta, Depok dan Banyumas.

“Antara lain inisial WSE Komisioner KPU, ATF mantan anggota Bawaslu dan kepercayaan WSE, SAE pihak swasta, DNI advokat, RTO merangkap asisten WSE, IDA dan WBU keluarga WSE, dan I sebagai driver,” ujarnya.

Tempo

Loading...