Beranda Headline KPK Periksa Bupati Nanang Ermanto dan Sejumlah PNS Pemkab Lampung Selatan

KPK Periksa Bupati Nanang Ermanto dan Sejumlah PNS Pemkab Lampung Selatan

3827
BERBAGI
Tim Penyidik KPK saat mendatangi Kantor Bupati Lampung Selatan dan melakukan penggeledahan terkait pengembangan kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur, Senin (13/7/2020).
Tim Penyidik KPK saat mendatangi Kantor Bupati Lampung Selatan dan melakukan penggeledahan terkait pengembangan kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur, Senin (13/7/2020).

Zainal Asikin |  Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memeriksa Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto dan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan di Mako Brimob Polda Lampung di Jalan K.S. Tubun, Kelurahan Rawa Laut, Bandarlampung, Kamis (16/7/2020).

BACA: KPK Tetapkan Asisten II Ekobang Lampung Selatan Sebagai Tersangka

Informasi yang didapat teraslampung.com, Nanang Ermanto bersama sejumlah ASN Pemkab Lampung Selatan, diperiksa tim penyidik KPK di salah satu ruangan di Mako Brimob Polda Lampung mulai sejak Kamis pagi tadi hingga sore ini.

Pemeriksaan tersebut, terkait dengan ditetapkannya Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lampung Selatan, Hermansyah Hamidi, sebagai tersangka hasil pengembangan kasus suap fee proyek Infrastruktur dengan terpidana mantan Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan yang divonis 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 4 bulan dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 66 miliar.

Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri,  saat dikonfirmasi teraslampung.com melalui ponselnya  membenarkan adanya pemeriksaan yang saat ini tengah dilakukan oleh tim penyidik KPK tersebut.

“Ya benar, tim penyidik KPK masih memeriksa beberapa pihak dari unsur ASN terkait penyidikan pengembangan perkara suap fee proyek infrastruktur di Lampung Selatan,”ujarnya, Kamis (16/7/2020) sore.

Dia juga membenarkan, bahwa Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto dan Kadis PUPR Lamsel Syahroni juga menjalani pemeriksaan terkait pengembangan peyidikan perkara fee proyek infrastruktur tersebut.

“Yang diperiksa, beberapa ASN dilingkungan Pemkab Lampung Selatan termasuk Bupati Lampung Selatan,”jelasnya.

Bagi Nanang, ini merupakan pemeriksaan kedua oleh KPK terkait kasus suap di Dinas PUPR Lampung Selatan yang melibatkan mantan  Bupati Zainudin Hasan. Sebelumnya, pada 30 Juli 2018 lalu, saat menjabat wakil bupati Nanang juga diperiksa KPK terkait kasus yang sama di Mapolda Lampung.

Saat itu Nanang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka (mantan) Bupati Zainudin Hasan.

Selain memeriksa Nanang, pada 29 Juli 2018 KPK juga menggeledah rumah dinas Nanang Ermanto.

Diberitakan sebelumnya, usai menggeledah Kantor Bupati dan Dinas PUPR Lampung Selatan pada Senin (13/7/2020) siang lalu, Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) menetapkan Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lampung Selatan, Hermansyah Hamidi, sebagai tersangka hasil pengembangan kasus suap fee proyek infrastruktur dengan terpidana mantan Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan dan beberapa terpidana lainnya.

Penetapan tersangka tersebut, berdasarkan SPDP Nomor B/176/DIK00/230/07/2020 yang diterbitkan KPK pada tanggal 30 Juni 2020 dengan menetapkan Hermansyah Hamidi sebagai tersangka.

Dalam SPDP yang ditandatangani penyidik KPK Brigjen Seto Budiyanto tanggal 1 Juli 2020, Hermansyah Hamidi disangka Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi karena telah menerima fee pengerjaan proyek infrastruktur Pemkab Lampung Selatan bersama terpidana mantan Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan.

Loading...