Beranda Teras Berita KPK Tahan Mantan Hakim Tipikor Bandung

KPK Tahan Mantan Hakim Tipikor Bandung

164
BERBAGI
Ramlan Comel (dok)

JAKARTA, Teraslampung.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Ramlan Comel,  Kamis (14/8). Ramlan ditahan  di Rutan Guntur, Jakarta Selartan, setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi bantuan sosial (Bansos) Pemerintahan Kota Bandung.

 Kepala Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, mengatakan Ramlan ditahan hingga 20 hari ke depan.

“Pemeriksaan pada Kamis (14/8)  merupakan penjadwalan ulang, karena sebelumnya ia tidak hadir dalam pemeriksaan pada Jumat (8/8) pekan lalu,” kata Priharsa, Kamis (14/8).

Terkait kasus yang sama, pada Jumat lalu (8/8/2014) KPK juga menahan mantan hakim Pengadilan Tinggi Jawa Barat Pasti Serefina Sinaga di Rutan Pondok Bambu.

Menurut Priharsa, penetapan keduanya merupakan hasil pengembangan dari kasus yang sebelumnya menjerat bekas Wali Kota Bandung Dada Rosada, bekas Sekretaris Daerah Bandung Edi Siswadi, dan hakim Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tejocahyono.

KPK juga menetapkan orang dekat Dada, Toto Hutagalung, bekas pejabat Pemkot Bandung, Herry Nurhayat dan Asep sebagai tersangka.

Herry dan Asep disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau c atau Pasal 6 ayat 2 atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara Ramlan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau c, atau Pasal 6 ayat 1, atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 dalam undang-undang yang sama.

Sudah Dipecat

Jauh sebelum ditahan KPK, Ramlan Comel sudah dipecat dengan tidak hormat karena terlibat kasus dana bansos Pemkot Bandung pada era Kota Bandung dipimpin Walikota Dada Rosada.

Pemecatan Ramlan terjadi pada saat sidang etik yang digelar oleh Majelis Kehormatan Hakim (MKH) di Mahkamah Agung (MA), Rabu, 12 Maret 2014, yang dipimpin Artidjo Alkotsar.

Ramlan langsung dipecat pada persidangan tersebut karena tidak menghadiri sidang dengan agenda mendengarkan pembelaan dirinya. MKH memutuskan pemberhentian dengan tidak hormat kepada Ramlan Comel serta pemberhentian sementara sebagai hakim.

Pada persidangan tersebut, MKH menilai Ramlan Comel terbukti melanggar kode etik hakim. Terutama memerintahkan hakim harus menghindari perbuatan tercela dan dilarang menerima sesuatu dari pihak berperkara yang dapat memengaruhinya.

Hakim Artidjo mengungkapkan, Ramlan Comel selaku hakim anggota yang mengadili perkara korupsi dana bansos Pemko Bandung tahun anggaran 2009-2010 bersama hakim Setyabudi Tedjocahyono selaku ketua majelis terlibat dalam praktik korupsi tersebut.

Ramlan Comel juga terbukti telah berkomunikasi dengan mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada dan Toto Hutagalung terkait perkara korupsi itu.

‘’Dari komunikasi itu disepakati, majelis tidak akan mengikutsertakan Dada Rosada dan Sekko Bandung dalam perkara itu,’’ kata Artidjo saat membacakan keputusannya.

Artidjo juga membeberkan bahwa Ramlan Comel bersama Setyabudi telah dua kali karaokean yang dibiayai Toto ketika perkara korupsi bansos Pemko Bandung itu belum diputus. Selain itu, berdasarkan fakta keterangan Toto di penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Toto mengaku telah menyerahkan sejumlah uang kepada Setyabudi.

Loading...