KPK Tetapkan Walikota Tanjung Balai Sebagai Tersangka Kasus Suap Jual Beli Jabatan

  • Bagikan
Deputi Penindakan KPK, Karyoto (kiri), menjelaskan kasus dugaan suap jual beli jabatan Sekda Tanjung Balai yang melibatkan Walikota Tanjungbalai 2017-2021 M. Syahrial, dalam konferensi pers secara daring, Jumat petang (27/8/2021).
Deputi Penindakan KPK, Karyoto (kiri), menjelaskan kasus dugaan suap jual beli jabatan Sekda Tanjung Balai yang melibatkan Walikota Tanjungbalai 2017-2021 M. Syahrial, dalam konferensi pers secara daring, Jumat petang (27/8/2021).

TERASLAMPUNG.COM, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M. Syahrial (MS) sebagai tersangka kasus jual beli jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai. MS diduga menerima suap dari Yusmada, pejabat yang melamar posisi Sekretaris Daerah Tanjungbalai.

“Dengan adanya bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan pada April 2021,” kata Deputi Penindakan KPK, Karyoto, dalam konferensi pers secara daring, Jumat petang (27/8/2021).

Dalam kasus ini, KPK juga  menetapkan Yusmada menjadi tersangka pemberi suap.

Karyoto mengungkapkan, kasus ini bermula ketika Syahrial menerbitkan surat seleksi terbuka untuk posisi Sekda pada Juni 2019. Yusmada yang saat itu menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Tanjungbalai mendaftar sebagai salah satu pelamar seleksi.

Setelah mengikuti beberapa tahap seleksi, pada Juli 2019 Yusmada bertemu dengan Sajali Lubis, orang kepercayaan Syahrial.

Dalam pertemuan itu, Yusmada menjanjikan duit Rp 200 juta. Sajali kemudian menelepon Syahrial. Syahrial diduga menyepakati pemberian uang itu.

Pada September 2019, YM dinyatakan lulus dan terpilih sebagai Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai berdasarkan Surat Keputusan Wali kota Tanjungbalai yang ditandatangani oleh Syahrial. Setelah terpilih, Syahrial diduga menyuruh Sajali untuk menagih duit Rp 200 juta.

Kasus jual beli jabatan ini menjadi awal perkara penyuapan terhadap penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. KPK mendakwa Syahrial memberikan uang ke Robin untuk menghalangi perkara jual beli jabatan yang menjeratnya.

Kasus ini sempat ‘mandek’ sekitar satu tahun.

  • Bagikan