Beranda News Nasional KPPIP Coret 14 Proyek dari Daftar Proyek Strategis Nasional

KPPIP Coret 14 Proyek dari Daftar Proyek Strategis Nasional

309
BERBAGI
Presiden Jokowi memberikan keterangan kepada para wartawan terkait peresmian Jalan Tol Trans Sumatea Bakauheni-Terbanggi Besar, Minggu (21/1/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Komite Percepatan Penyediaan Infrastuktur Prioritas (KPPIP) mencoret 14 proyek daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) karena tidak bisa memulai konstruksi sebelum triwulan III 2019. Total nilai 14 proyek tersebut sebesar Rp246 triliun.

Dalam rilisnya yang dilansir pada Selasa (17/4), KPPIP menyatakan sebanyak 14 proyek senilai Rp264 triliun tidak lagi tatus sebagai PSN karena tidak memenuhi kriteria batas waktu konstruksi yang telah ditetapkan oleh KPPIP.

Menurut KPPIP, pemenuhan kriteria ini menjadi syarat penting karena dapat memberikan kepastian atas waktu pelaksanaan pembangunan PSN.

“Dengan masuk sebuah proyek ke tahap konstruksi maka akan mengurangi risiko yang muncul akibat perubahan kebijakan serta menunjukkan tingkat kepastian bahwa proyek tersebut akan terus berlanjut hingga siap beroperasi.

Proyek-proyek yang kehilangan status sebagai PSN, antara lain Jalan Tol Waru (Aloha)-Wonokromo-Tanjung Perak di Jawa Timur (18,2 km), Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang di Jawa Barat (61 km), dan Kereta Api Kertapati-Simpang-Tanjung Api-Api di Sumatera Selatan (bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera), Kereta Api Muaraenim-Pulau Baai di Sumatera Selatan-Bengkulu, Kereta Api Tanjungenim-Tanjung Api-Api di Sumatera Selatan, Kereta Api Jambi-Pekanbaru di Jambi-Riau, dan Kereta Api Jambi-Palembang di Jambi-Sumatera Selatan.

Kemudian, Pembangunan Rel Kereta Api Provinsi Kalimantan Timur, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Koridor Timur-Barat, Bandara Sebatik di Kalimantan Utara, dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mebidang (Medan, Binjai, Deliserdang) di Sumatera Utara, Bendungan Telaga Waja di Bali, Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, dan Kawasan Ekonomi Khusus Merauke di Papua.

Selain 14 proyek tersebut, 10 proyek senilai Rp61,5 triliun juga dikeluarkan dalam daftar PSN karena masa pembangunan proyek tersebut sudah selesai dan telah beroperasi sepenuhnya pada akhir 2017.

Dengan demikian, dari awalnya terdapat 245 proyek yang masuk PSN plus dua program, setelah dilakukan evaluasi, daftar PSN menjadi 222 proyek dan tiga program dengan nilai investasi kurang lebih mencapai total Rp4.100 triliun.

Terdapat satu proyek dan satu program tambahan yang masuk dalam PSN ini, yaitu proyek pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia dan Program Pemerataan Ekonomi.

Berdasarkan hasil evaluasi ini, diharapkan terdapat kepastian waktu pelaksanaan konstruksi proyek infrastruktur agar dapat dieksekusi dengan cepat, sehingga masyarakat segera menerima manfaat dari pembangunan yang sedang gencar dilaksanakan.

Proses evaluasi untuk memasukkan maupun menghilangkan status PSN dalam proyek infrastruktur ini telah dilakukan menggunakan empat kriteria utama, yaitu kriteria dasar, kriteria strategis, kriteria operasional, dan kriteria dukungan yang jelas.