KPU Lampung Gelar Pembekalan Kader DP3 di Tanggamus

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung menggelar Pembekalan Kader Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) di Pekon (Desa) Gunungkasih Kecamatan Pugung dan Pekon Sukabanjar Kecamatan Gunungalip, Kabupaten Tanggamus, Mingggu, 10 Oktober 2021.

Pembekalan tersebut masing-masing diikuti 25 kader, dengan menghadirkan komisionar KPU Lampung dan akademisi Universitas Lampung sebagai narasumber. Kegiatan  secara luring dan daring itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan materi tentang kepemiluan, termasuk tentang aneka macam pelanggaran dalam Pemilu.

Darmawan Purba, akademisi Unila, memaparkan materi tentang Modus Operandi dan Solusi Kampanye SARA. Sedangkan  Ketua Divisi Sosialisasi, Pedidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Lampung, Antoniyus, memaparkan tentang Pendidikan Pemilih dalam Upaya Pencegahan Politik Uang dan Teknik dan Metode Identifikasi Berita Hoaks.

Darmawan menjelaskan bahwa SARA merupakan Pandangan ataupun tindakan yang didasari dengan pikiran sentimen mengenai identitas diri yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan dan golongan dan segala macam bentuk tindakan baik itu secra lisan maupun bentuk lainnya yang didasarkan pada pandangan sentimen tentang identitas diri atau golongan.

Ia juga menjelaskan mengenai tiga kategori SARA, penyebab kampanye SARA, dampak negatif kampanye SARA, modus operandi kampanye SARA, aturan hukum, dan solusi mengatasi adanya kampanye SARA.

“Salah satu yang dapat menjadi solusi mengatasi kampanye SARA adalah dengan meningkatkan peran tokoh masyarakat, baik para agamawan, tokoh adat, pimpinan ormas untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas agar selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan,” kata Darmawan.

Sementara itu, Antoniyus  mengatakan politik uang merupakan upaya menyuap pemilih dengan memberikan uang atau jasa agar preferensi suara pemilih dapat diberikan kepada seorang penyuap.

Ia menjelaskan mengenai bentuk politik uang,  modus politik uang, dampak politik uang, aturan dan larangan terkait politik uang, cara melaporkan politik uang , serta cara mencegah adanya politik uang.

“Cara mencegah politik uang salah satunya adalah melalui Pendidikan Pemilih seperti yang kita laksanakan sekarang ini,” kata dia.

Soal hoaks atau kabar bohong, Antoniyus mengatakan bahwa hoaks atau berita bohong pada dasarnya adalah informasi yang sengaja dibuat seolah-olah sebagai kebenaran untuk menggiring opini publik.

“Internet menjadi kendaraan utama hoaks untuk menjangkau berbagai kalangan masyarakat dalam kecepatan dan jangkauan yang tak terbayangkan sebelumnya. Saluran hoaks ini beragam yang tertinggi melalui Facebook disusul aplikasi chating, situs web, televisi, media cetak, dan email. Aplikasi chating ini contohnya seperti WhatsApp yang biasanya menyebarkan informasi melalui gup WA alumni, keluarga, arisan dan lainnya,”jelasnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dengan judul informasi yang provokatif.

“Perlu juga mencermati alamat situs, memeriksa fakta, mengecek keaslian foto, serta dapat berpartisipasi dengan ikut serta grup diskusi/forum antihoaks,” katanya.

Pada pertemuan kedua ini peserta pembekalan sangat antusias dengan materi yang diberikan. Hal ini ditandai dengan munculnya banyak pertanyaan. Pada kegiayan di Pekon Gunungkasih terdapat lima pertanyaan, sedangkan di Pekon Sukabanjar terdapat tujuh pertanyaan.

Peserta juga aktif dalam sesi diskusi. Seperti pada lokus Gunung Kasih yang terdapat peserta dari tokoh agama, mendiskusikan mengenai pandangan politik uang yang dilarang dalam agama.

Selain pemberiam materi dan diskusi dan tanya jawab, kegiatan pembekalan juga diisi dengan permainan dan bersama-sama  meneriakkan jargon DP3 untuk mencairkan suasana.

Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan merupakan sarana untuk melaksankan pendidikan pemilih kepada masyarakat secara berkesinambungan.

DP3 merupakan salah satu program prioritas KPU RI dalam rangka peningkatan partisipasi pemilih di Indonesia sampai dengan tahun 2024 yang diselenggarakan di 34 Provinsi. Masing-masing provinsi ada dua tempat penyelenggaraan.  Di Provinsi Lampung sendiri kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Tanggamus dengan pertimbangan berdasarkan daerah dengan partisipasi rendah pada Pemilu 2019 yaitu 76,28%.

Pertimbangan lain yaitu Kabupaten Tanggamus tidak terlalu jauh dari Kantor KPU Provinsi Lampung dan tidak melaksanakan Pemilihan Tahun 2020. Dua lokus tersebut yaitu di dusun 4, Pekon Gunung Kasih, Kecamatan Pugung dengan Partisipasi 42,79% dan di dusun 4, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Gunung Alip dengan partisipasi 49,46%.

  • Bagikan