Beranda Ruwa Jurai Way Kanan KPU Waykanan Gelar Bimtek Pemutakhiran Data bagi Para Ketua PPK

KPU Waykanan Gelar Bimtek Pemutakhiran Data bagi Para Ketua PPK

142
BERBAGI
Bimtek Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih di Aula KPU Waykanan, Selasa (7/7/2015). Foto: Ist

WAYKANAN, Teraslampung.com  – Untuk memaksimalkan pemutakhiran data pemilih, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Way Kanan mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) bagi para ketua panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan operator sistem informasi data pemilih (Sidalih), di Aula KPU Waykanan, Selasa (7/7).

Bimtek tersebut difokuskan mengenai pemutakhiran data dan daftar pemilih sebagaimana tertuang pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 4 Tahun 2015.

“Pemutakhiran data pemilih ini sangat krusial dan sangat penting, karena sukses atau tidaknya pelaksanaan pemilu akan sangat tergantung dari data pemilih. Data pemilih ini merupakan jantungnya pemilu. Makanya, harus diusahakan agar Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) ini adalah ketua atau petugas RT/RW setempat. Seebab, merekalah jangkar paling bawah kita untuk pendataan pemilih,” kata Ketua KPU Waykanan Iskardo P Panggar.

Iskardo meminta para anggota PPK  dan penyelenggara pemilu lainnya untuk dapat menahan diri memberikan statemen di media sosial kepada seseorang yang punya kecenderungan atau kepentingan langsung dengan pasangan calon, karena hal tersebut akan merusak reputasi kita sebagai penyelenggara. pungkasnya.

Erwan Bustami, anggota Pokja Sosialisasi Pemilu KPU Waykanan, mengatakan PPDP bertugas paling lama 36 hari melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) dengan cara mendatangi pemilih secara langsung.

Menurut Erwan,  Coklit ini dilakukan untuk memperbaiki data pemilih dengan cara mencatat pemilih yang telah memenuhi syarat, tetapi belum terdaftar dalam data pemilih dengan menggunakan formulir model AA-KWK. Kemudian memperbaiki data pemilih apabila terdapat kesalahan. Mencoret pemilih yang telah meninggal dan mencoret pemilih yang telah pindah domisili. ujarnya

“Setiap warga negara memang berhak memilih, tetapi bagi mereka yang memenuhi persyaratan. Jadi harus diteliti warga yang akan memilih dalam pilkada nanti. Selain itu harus dipastikan benar-benar apakah seseorang tersebut berdomisili atau tercatat sebagai warga Way Kanan,” kata Erwan.

Erwan mengatakan, PPDP juga harus memberikan tanda bukti terdaftar kepada pemilih dengan menggunakan formulir Model AA.I-KWK dan menempelkan stiker Coklit dengan menggunakan formulir Model AA.2-KWK pada rumah pemilih.

“Tugas penyelenggara pemilu terutama yang terkait dengan pokja pemutakhiran data akan semakin berat. Hal ini dikarenakan, pelaksanaan pemutakhiran data, terutama Coklit dilakukan menjelang Idul Fitri yang merupakan hari libur,” katanya.

Loading...