Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Kredit Macet Rp10 Miliar KPRI Serai Serumpun: Kantor Kosong, Pengurus “Menghilang”

Kredit Macet Rp10 Miliar KPRI Serai Serumpun: Kantor Kosong, Pengurus “Menghilang”

150
BERBAGI
Kantor Koperasi Serai Serumpun di Kotabumi, Lampung Utara, yang dalam keadaan tertutup dan tidak terawat. Foto diambil pada Selasa, 24 Maret 2020. Foto: Teraslampung.com/Feaby Handana

Feaby Handana |Teraslampung.com

Kotabumi–Meski masih tersangkut persoalan kredit macet sebesar Rp10,3 Miliar dengan PT Bank Syariah Mandiri, namun status KPRI Serai Serumpun Lampung Utara kini mati suri. Sama sekali tidak ada aktivitas di kantor koperasi pegawai tersebut sejak beberapa tahun terakhir.

Pantauan di lokasi pada Selasa sore (24/3/2020), kondisi kantor KPRI Serai Serumpun terlihat memprihatinkan. Jangankan aktivitas, bangunan kantor itu saja terlihat telah lama tidak dirawat.

Kesan lama tidak terawat ini jelas terlihat dari kondisi plafon – plafon bagian depan yang rusak. Ditambah lagi dengan kusamnya tulisan plang nama kantor‎ dan rerumputan liar serta pintu gerbang yang tertutup.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, mati surinya KPRI tersebut diperkirakan sejak tahun 2013 atau 2014. Kondisi ini jelas tidak sebanding dengan besaran dana yang pernah mereka kelola mulai dari kredit macet dan kas hasil iuran anggota mereka.

Para pengurus KPRI sendiri ‘dikabarkan’ menghilang begitu saja sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, ‎usut punya usut, (mantan) Ketua KPRI Serai Serumpun sebelum mati suri, I Wayan Gunawan ternyata telah hengkang dari Lampung Utara. Saat ini, yang bersangkutan diketahui m‎enjabat sebagai Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Lampung.

‎Sebelumnya, permasalahan kredit macet Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Serai Serumpun Lampung Utara kepada PT  Bank Syariah Mandiri ternyata hingga kini masih belum tuntas. Total nilai kredit macet pemberian pembiayaan kepada KPRI mencapai Rp10,3 Miliar.

Kredit macet yang belum seluruhnya terbayarkan oleh KPRI Serai Serumpun tersebut membuat PT Bank Syariah Mandiri menunjuk Law Firm Gunawan Raka and Partners sebagai kuasa hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut.‎

Loading...