Beranda News Pelayanan Publik Krisis Listrik di Lampung akan Berlangsung Lama

Krisis Listrik di Lampung akan Berlangsung Lama

127
BERBAGI
Alam Awaludin
Alam Awaludin

Teraslampung.com–Krisis listrik di Lampung akan terus berlanjut dan berlangsung lama. Selain disebabkan tidak maksimalnya pasokan listrik dari PLTA yang ada di Lampung akibat musim kemarau panjang, krisis listrik di Lampung juga disebabkan tidak lancarnya pasokan listrik jaringan interkoneksi Sumbagsel.

“Pada saat normal, pada siang hari transfer daya dari sistem Sumbagsel berkisar 200-250 Megawatt. Saat ini yang bisa ditransfer dari Sumbagsel hanya 146-208 Megawatt. Pada waktu normal, pasokan dari Sumbagsel bisa mencapai 342 Mewagatt, sedangkan saat ini hanya 228-290 Megawaat,” kata  Manajer Distribusi PLN Lampung, Alam Awaludin, Jumat (2/10).

Menurut Alam, daya mampu listrik di Lampung saat ini mencapai 865 MW. Daya sebesar itu dipasok dari sejumlah pembangkit listrik di Lampung sebesar 540 MW dan pasokan dari Sumbagsel sebesar 325 MW.

“Saat ini Sumbagsel (Sumsel) juga sedang mengalami masalah kelistrikan akibat kebakaran hutan dan kabut asap. Jadi sangat susah mengharapkan pasokan full dari Sumsel. Kalau kekurangan daya di Lampung sepenuhnya ditransfer dari Sumsel, maka Sumsesl akan mengalami pemadaman seperti di Lampung,” kata Alam.

Alam mengatakan, meskipun semua pembangkit listrik beroperasi normal dan ada tambahan daya baru dari pembangkit listrik yang akan dibangun di Lampung, masalah kelistrikan di Lampung tidak serta merta berakhir. (Baca: Inilah Dua Rahasia PLN Lampung Mengalami Krisis Daya Listrik).

“Sebab, jumlah permintaan sambungan baru jauh di atas ketersediaan daya. Saat ini saja masih banyak permintaan sambungan baru dalam jumlah besar yang belum bisa kami penuhi. Umumnya berasaal dari perusahaan yang akan menanamkan investasinya di Lampung,” katanya.

Sejak 25 September 2015 lalu PLN Lampung melakukan pemadaman bergilir di semua wilayah di Lampung. PLN mengklaim, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan karena kekurangan daya listrik sekitar 80 MW.

Menurut PLN Lampung, pemadaman bergilir dilakukan masing-masing sekitar 3 jam.Namun, praktiknya pemadaman di suatu wilayah di Lampung bisa sampai 4 jam lebih. Bahkan, dalam sehari pemadaman bergilir dilakukan seperti layaknya orang sakit minum obat: sehari tiga hingga empat kali.

Mas Alina Arifin