Beranda Hukum Kriminal Kronologi Gadis Warga Lamsel Dicabuli dan Dijual Pemuda Pengangguran

Kronologi Gadis Warga Lamsel Dicabuli dan Dijual Pemuda Pengangguran

554
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengutarakan, peristiwa pencabulan dan penjualan gadis warga Merbau Mataram, Lampung Selatan, berisinial PP (16 tahhn) bermula dari adanya sebuah pesan singkat (SMS) yang nyasar atau masuk ke ponsel PP.

Karena penasaran dengan pengirim SMS yang nyasar itu, korban membalas isi pesannya. Kemudian, terjadilah percakapan antara korban PP dengan tersangk berinisial DD.

“Pesan singkat (SMS) yang nyasar atau masuk ke ponselnya korban PP adalah pesan yang berasal dari tersangka berinisial DD,”ujarnya, Minggu (28/5/2017).

Selanjutnya, mereka janjian bertemu di tempat yang sudah ditentukan, yakni di seputaran Lungsir, Telukbetung Utara, Bandarlampung.  Korban datang ke tempat tersebut sendiri. Di lokasi sudah ada tersangka DD (DPO) dan Renoldi.

“Tersangka DD, mengajak korban PP main ke rumahnya dan dirumahnya itu DD mencabuli korban,”ungkap alumnus Akpol 1995 ini.

Setelah puas mencabuli korban, kata Murbani, tersangka DD menjual korban ke pria hidung belang yang belum diketahui identitasnya. Dengan pria hidung belang itu, korban kembali dicabuli dan setelah itu korban dijemput lagi oleh tersangka DD. Ternyata DD kembali mencabuli korban PP, lalu tersangka DD menyerahkan korban ke tersangka Renoldi.

“Begitu dengan tersangka Renoldi, korban PP dicabuli, lalu korban dijual tersangka ke pria hidung belang lain berinisial RD seharga Rp 300 ribu. Korban pun dicabuli lagi,”paparnya.

Setelah itu, RD mengembalikan korban PP kepada Renoldi dan korban pun disetubuhi lagi oleh Renoldi. Bahkan, tersangka Renoldi menyekap korban di rumahnya selama empat hari. Tidak sampai di situ saja: Renoldi menjual korban ke RD lagi dan korban kembali dijadikan pemuas nafsu.

“Selama bersama RD, korban meminta untuk diatarkan ke rumah saudaranya yakni paman korban. Lalu tersangka RD mengantarkan korban ke rumah pamannya tersebut,”terangnya.

Mengetahui korban berada di rumah pamannya, Renoldi berusaha untuk menjemput korban PP. Kedatangan Renoldi tersebut membuat korban PP ketakutan lalu bersembunyi. Paman korban yang curiga, kemudian mencari keberadaan PP. Setelah Renoldi pergi, korban PP menceritakan kejadian yang dialaminya kepada pamanya.

BACA: Cabuli dan Jual Gadis di Bawah Umur, Pemuda Pengangguran Dicokok Polisi

“Mendengar cerita korban, pamannya membawa PP melaporkan kejadian pencabulan dan perdagangan orang itu ke Mapolresta Bandarlampung. Berdasarkan dari laporan korban itulah, petugas menangkap tersangka Renoldi di rumahnya,”pungkasnya.

Dikatakannya, dari hasil pemeriksaan, tersangka Renoldi mengakui telah mencabuli korban PP, menyekapnya bahkan menjualnya kepada pria hidung belang seharga Rp 300 ribu. Hal tersebut dilakukan tersangka, bersama dua rekannya berinisal DD dan RD.

“Hingga saat ini, petugas masih memburu tersangka DD, RD dan satu orang pria hidung belang yang belum diketahui identitasnya. Petugas sempat memburu tersangka DD dan RD di rumahnya, namun keduanya sudah tidak ada lagi,”jelasnya.

Menurutnya, untuk motif dan peran masing-masing tersangka, baru akan diketahui setelah jika tersangka DD sudah ditangkap. Karena kasus tersebut, bermula dari pesan singkat nyasar tersangka DD dan korban PP.

Loading...