Beranda Hukum Korupsi Kronologi OTT KPK Terhadap Bupati Lampung Utara

Kronologi OTT KPK Terhadap Bupati Lampung Utara

1507
BERBAGI
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan memberikan penjelasan tentang OTT KPK di Lampung Utara, di Kantor KPK, di Jakarta, Senin malam (7/10/2019).
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan memberikan penjelasan tentang OTT KPK di Lampung Utara, di Kantor KPK, di Jakarta, Senin malam (7/10/2019).

TERASLAMPUNG.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tangkap tangan terhadap Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkungeara (AIM) dan 6 orang lainnya, Minggu malam (6/10/2019). Selain menangkap Agung dan beberapa orang lain, petugas KPK juga menyegel ruang kerja Bupati Lampung Utara, mobil Pajero di rumah dinas Bupati Lampung Utara, dan sebuah ruangan di Kantor Dinas Perdagangan Lampung Utara.

Agung dan enam orang lainnya kemudian dibawa ke Kantor KPK di Jakarta pada Minggu malam (6/10/2019) – Senin dini hari (7/10/2019) dan lewat jalur darat dan tiba di Kantor KPK Senin siang.

Berikut kronologi operasi tangkap tangan KPK di Lampung Utara sebagaimana disampaian Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan pada konferensi pers, Senin malam (7/10/2019):

1. KPK menerima informasi akan adanya transaksi penyerahan uang terkait dengan proyek di Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara.

2. Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai akan adanya penyerahan sejumlah uang kepada Bupati, tim langsung bergerak ke rumah Dinas Bupati dan menangkap RSY sekitar pukul 18.00 WIB;

3. Penyidik mengalami sedikit kendala ketika hendak masuk ke Rumah Dinas Bupati karena tidak kooperatifnya beberapa pihak di tempat, tim baru bisa masuk dan mengamankan Bupati AIM sekitar Pukul 19.00;

4. Di Rumah Dinas Bupati, dari kamar AIM, tim mengamankan uang sebesar Rp200 juta.

5. Tim kemudian menuju rumah WHN, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara dan mengamankannya pada pukul 20.00 WIB.

6. Secara terpisah, tim lain bergerak ke rumah SYH, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara dan mengamankannya sekitar pukul 20.35 WIB, dari SYH, tim mengamankan uang Rp38 juta yang diduga terkait proyek.

7. Secara paralel, tim lain mengamankan RGI, Swasta di rumahnya pada pukul 21.00 WIB;

8. Secara terpisah, tim lain bersama RSY, orang kepercayaan Bupati kembali ke rumahnya dan mengamankan uang sebesar Rp440 juta pada 00.12 WIB;

9. Tim kemudian mengamankan CHS, swasta pada Senin dini hari pukul 00.17 di rumahnya;

10. Terakhir, tim mengamankan FRA, sekitar pukul 00.30 WIB. Dari FRA, tim mengamankan uang Rp50 juta yang diduga terkait proyek.

11. Tujuh orang yang diamankan tersebut langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK melalui jalur darat, dilanjutkan permintaan keterangan.

12. Senin pagi  HWS (swasta) menyerahkan diri ke Polres Lampung Utara pada pukul 08.00 WIB.

13. Pihak Polres Lampung Utara kemudian membawa HWS ke Polda Lampung.

14. Tim Polda Bandar lampung kemudian mengantarkan WHS ke Gedung Merah Putih KPK dan tiba pukul 18.30.

15. Total uang yang diamankan tim adalah Rp728 juta