Beranda Hukum Kronologi Pelajar SMK di Bandarlampung Terjebak Sindikat Penjualan Orok untuk Tumbal Pesugihan

Kronologi Pelajar SMK di Bandarlampung Terjebak Sindikat Penjualan Orok untuk Tumbal Pesugihan

415
BERBAGI
RR (kiri), pelajar SMK di Bandarlampung yang hendak menggugurkan kandungan hasil hubungaannya dengan pacarnya, menutupi wajah dengan dua tangan saat ekspos kasus di Polda Lampung, Selasa (22/3/2016).

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi, mengatakan  RR, pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bandarlampung menjadi korban sindikat penjualan orok sebagai tumbal pesugihan, berawal dari perkenalannya dari tersangka Armedi. RR mengenal Armedi, dari teman sekolahnya berinisial YL.

“RR bercerita dengan temannya yang berinisal YL, bahwa dirinya akan menggugurkan kandungan dari hasil hubungan dengan pacarnya. YL lalu mengenalkan RR dengan Armedi, sebelumnya YL pernah mendapatkan tawaran jasa dari Armedi mengugurkan kandungan,”kata Ferdyan, Selasa (22/3/2016).

Selanjutnya, kata Ferdyan, korban RR bertemu dengan tersangka Armedi di daerah Garuntang, Telukbetung Selatan. Tersangka Armedi membawa RR, untuk bertemu dengan tersangka AS (DPO) di Jakarta. Keduanya, menginap di salah satu hotel di Jakarta.

“Ditempat AS, mereka bertemu dengan rombongan asal Pandeglang, Banten yang memiliki tujuan sama ingin menggugurkan kandungan,”ujarnya.

Mereka kemudian pergi kerumah tersangka Saleh di daerah Demak, Jawa Tengah. Lalu Saleh membawa RR kerumah tersangka Sri Umu Nurul Hidayah, para tersangka membawa korban ke rumah tersangka Teguh Hartoyo di Grobogan, Jawa Tengah.

“Teguh menjanjikan kepada korban, akan memberikan sejumlah uang jika orok yang digugurkan mau dijadikan sebagai tumbal pesugihan,”terangnya.

Korban RR dibawa oleh tersangka Harno Margono ke rumah sang dukun berinisial TJ (DPO) untuk melakukan aborsi gaib, setelah itu mereka kembali lagi ke rumah Teguh melakukan ritual pesugihan.

“Pada saat melakukan ritual tumbal pesugihan itulah, ketujuh tersangka kami tangkap,”ungkapnya.

Ketujuh tersangka yang ditangkap adalah, Armedi alias Medi (27) warga Jalan Sapi’i, Sinar Banten, Selurahan Sidosari, Kecamatan Natar Lampung Selatan; Saleh (42) warga Desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak; Teguh Hartoyo (51) warga Desa Sambak, Purwodadi, Kabupaten Grobogan; Sri Umu Nurul Hidayah (59) warga Desa Mojoagung, Karangrayung, Kabupaten Grobogan.

Kemudian Muhamad Sumantri als Mantri (45) warga Desa Dusun Pemkot Ciawitali, Kelurahan Pemkot Bandung Barat; Harno Margono (57) warga Palembahan, Purwodadi Grobogan dan Jajang Sudrajat alias Utom (50) warga Jalan Raya Pandeglang Kertajaya, Banten.

Dari para tersangka sindikat penjualan orok tersebut, polisi menyita barang bukti tiga bilah keris, peralatan ritual seperti bunga dan telur. Lalu dua unit mobil jenis Ertiga K 9295 dan Toyota Kijang LSX B 2935 ZQ, 13 unit ponsel dan uang senilai Rp 5 juta.

Selain ketujuh tersangka yang ditangkap, masih ada tiga tersangka lain yang saat ini masih belum tertangkap. Ketiga tersangka itu adalah, berinisial AS, UD yang berperan mengantar korban dan TJ sebagai dukun pesugihan.