Beranda Hukum Narkoba Kronologi Penangkapan Empat Tersangka Penyelundupan 137 Kg Ganja Asal Medan

Kronologi Penangkapan Empat Tersangka Penyelundupan 137 Kg Ganja Asal Medan

2570
BERBAGI
Tersangka R, SA, E dan RAJ saat diperiksa di Polda Lampung, Selasa malam (4/4/2017).
Tersangka R, SA, E dan RAJ saat diperiksa di Polda Lampung, Selasa malam (4/4/2017).

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, menggagalkan penyelundupan 137 kilogram ganja asal Medan, Sumatera Utara yang dilakukan empat orang tersangka. Polisi menangkap para tersangka, di dekat Gedung Bagas Raya di Jalan Soekarno Hatta (bypass) Kelurahan Tanjung Senang, Selasa (4/4/2017) sekitar pukul 17.30 WIB.

Keempat tersangka yang ditangkap tersebut adalah, Rido (25) warga Jalan Gunung Dieng, Perumnas Way Halim; Satria Andika (20) warga Perumnas Way Halim; Erwansyah (34) dan Riski Ari Jumanto (23), keduanya warga Jalan Ratu Dibalau, Bandarlampung.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Sudjarno mengatakan, pengungkapan 137 Kg ganja asal Medan, Sumatera Utara tersebut, berawal dari informasi yang didapat petugas dari pihak ekspedisi yang curiga dengan paket empat kotak besar styrofoam yang tiba di Lampung di jasa ekspedisi Indah Cargo Logistik di Pasar Untung, Kedaton, pada Senin sore (3/4/2017) lalu.

“Dari informasi tersebut, dilakukan penyelidikan. Setelah diselidiki ke Panti Asuhan “Alkhairi Amanah” di Kelurahan Rawa Laut yang tertera di kotak paket yang dituju, ternyata nama dan alamatnya tidak ada (fiktif),”ujarnya saat gelar ekspos kasus tersebut di Gedung Bagas Raya, Selasa (4/4/2017) malam.

Dikatakannya, petugas melakukan penyemaran, berpura-pura sebagai karyawan di ekpedisi Indah Cargo Logistik tersebut. Setelah diintai mulai dari Senin malam, hingga Selasa (4/4/2017) sore sekitar pukul 17.30 WIB. Petugas mendapati Rido, Satria, Erwan dan Riski datang ke tempat jasa ekspedis dengan mengendarai mobil pick-up Granmax dan Taft akan mengambil paket tersebut.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Sudjarno bersama Waka Polda, Brigjen Pol Bonifasius Tampoi dan Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Abrar Tuntalanai saat menggelar ekspos kasus penye;undupan ganja, di Gedung Bagas Raya, Selasa (4/4/2017) malam.

“Empat paket bok besar berisi ganja ini, dibawa para tersangka secara terpisah. Masing-masing dari mereka, membawa dua kotak  styrofoam ke dalam mobil yang mereka kendarai,”ungkapnya.

Selanjutnya, kata mantan Waka Polda Metro Jaya ini, petugas membuntuti mobil mereka yang membawa paket itu pergi menuju ke arah Panjang. Saat mobil yang mereka dikendarai berhenti di pinggir jalan, tepat di dekat Gedung Bagas Raya, Tanjung Senang. Saat itu juga, petugas langsung menyergap mereka.

“Saat digeledah, ternyata isi di dalam empat paket bok besar steoform itu berisi 137 kg ganja. Para tersangka mengaku, disuruh seseorang untuk mengambil ganja itu yang dikirimkan dari Medan,”terangnya.

Menurutnya, selain menyita 137 Kg ganja senilai Rp 600 juta lebih itu, petugas juga menyita dua buah ponsel dan dua unit mobil picukp Granmax warna hitam BE 9120 GF dan jenis Taft yang digunakan para tersangka untuk mengambil barang haram tersebut.

“Modusnya, dengan cara membuat nama dan alamat palsu yang dituju ke tempat pengirimannya. Isi paket ganja yang dikirimkan, disamarkan bahwa isinya pakaian untuk anak-anak panti asuhan. Hal itu dilakukan, untuk mengelabui petugas agar tidak terdeteksi,”jelasnya.

Dari pemeriksaan sementara, lanjut Sudjarno, tersangka Rido dan Satria mengaku, disuruh oleh seseorang berinisial AR (DPO) diduga pemilik ganja dengan upah satu paketnya sebesar Rp150 ribu dan Rp300 ribu. Sedangkan tersangka Erwan dan Riski, keduanya mengaku hanya diminta oleh Rido dan Satri untuk mengambil paket ganja tersebut.

“Tersangka AR diduga sebagai pemilik ganja tersebut, saat ini masih dalam pengejaran petugas dan kasusnya masih dikembangkan. Disinyalir, masih ada ganja lainnya yang disimpan tersangka,”pungkasnya.

Sementara tersangka Erwan mengatakan, dirinya hanya sebagai sopir jasa angkutan dan mengaku tidak mengetahui barang paketan yang diambilnya dari ekspedisi Indah Cargo tersebut, ternyata didalamnya berisi narkoba jenis ganja.

“Tadinya Rido dan Satria, mau rental mobil sebesar Rp 250 ribu. Lalu saya minta ke mereka lepas kunci, tapi tidak mau dan memaksa agar saya yang membawa mobilnya mengambil paket tersebut,”ungkapnya.

Loading...