Beranda Hukum Kronologi Penganiyaan Caleg Terpilih DPRD Lampung Utara terhadap Keluarga Hendri

Kronologi Penganiyaan Caleg Terpilih DPRD Lampung Utara terhadap Keluarga Hendri

266
BERBAGI

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG -Saksi korban Hendri, warga Desa Karang Sari Kecamatan Muara Sungkai, Lampung Utar, mengaku penganiyaan yang dilakukan Joni Badial (caleg terpilih DPRD Lampung Utara dari Partai Demokrat) dan keluarga Samsoli terhadap dirinya dan pamannya merupakan buntut kasus pencabulan yang dialami anak kandungnya.

Hendri mengaku  salah satu keluarga pelaku bernama Andri Riyadi (21),  adik ipar  Samsoli, telah melakukan pencabulan disertai ancaman terhadap anaknya (HA, 13 tahun) yang masih duduk di bangku kelas dua SMP.

Andri sempat ditahan di Mapolres Lampung Utara. Namun baru beberapa hari ditahan Andri kemudian dilepaskan karena ada pihak yang menjamin. Setelah Andri keluar dari tahanan, keluarga dari pelaku selalu mengintimidasi mengancam akan membunuh seluruh keluarga kami.

“Mereka mengancam dengan mengatakan ‘ kok berani-beraninya mau memenjarakan kami?!’,” tutur Hendri.

Menurut Hendri, pada Kamis (19/6/2014) sekitar pukul 17.45 WIB, adiknya yang bernama Ahmadi mendatangi rumah Samsoli bermaksud menanyakan agar tidak melakukan intimidasi yang dilakukannya.

Yang terjadi justru di luar dugaan: Ahmadi dianiaya oleh Samsoli dan orang tuanya bernama Zainal Abidin menggunakan senjata api, golok, dan kayu balok. Ahmadi dipukul dengan kayu balok oleh Zainal. Samsoli pun menembak bagian perut Ahmadi.

Ahmadi kemudian berusaha menyelamatkan diri, lari ke arah ke rumah Hendri yang berjarak hanya sekitar 100 m dari rumah  Samsoli. Namun, para pelaku tersebut masih tetap mengejar Ahmadi.

Ketika Hendri berusaha melerai, ia malahan menjadi sasaran penganiayaan. “Samsoli, Aprisal, dan Zainal Abidin berbalik menganianya  saya menggunakan senjata tajam dan senjata api. Lengan saya kena sabetan senjata tajam sampai nyaris putus. Saya juga ditembak di bagian tangan kanan dan pinggang bagian kiri,” kata Hendri.

Menurut Hendri, dirinya dan Ahmadi dapat diselamatkan oleh warga sekitar. Para pelaku kabur melarikan diri karena melihat warga yang berdatangan. Hendri dan Ahmadi kemudian dibawa warga ke RS Ryacudu Kotabumi untuk diobati. Karena melihat luka yang cukup parah dialami Hendri dan Ahmadi, pihak RS Ryacudu kemudian merujuk keduanya ke RS Handayani.

Hendri mengaku, pada saat suasana di Desa Karang sari dan Desa Negeri Ujung Karang memanas, kemudian empat polisi dari Polsek Ketapang datang ke rumahnya untuk mengamankan lokasi kejadian.

Sekitar pukul 20.30 WIB pada malam itu juga, keluarga dari pelaku dengan membawa senjata api dan senjata tajam jenis parang kembali mendatangi rumah dan keluarga Hendri yang tengah berkumpul.

“Pelaku Aprisal dan Joni Badial langsung menyerang paman saya bernama Muhtar menggunakan senjata tajam dan senjata api. Paman saya mengakami luka bacok di bagian tangan sebelah kiri nyaris putus, kepala (dua bacokan), mulut (satu bacokan), dan jari kelingking putus. Penganiayaan yang dilakukan pelaku itu justru dilakukan dihadapan ke empat petugas kepolisian yang ada di lokasi. Setelah kami diserang, polisi baru berusaha mengusir mereka.Setelah para pelaku perg, petugas lalu melarikan paman saya ke rumah sakit Handayani,” tutur Hendri.

Menurut Hendri, Joni Badial adalah caleg terpilih DPRD Lampung Utara dari Partai Demokrat.

Loading...