Beranda Hukum Kriminal Kronologi Perampokan dan Pembunuhan Kakak Ipar di Kemiling

Kronologi Perampokan dan Pembunuhan Kakak Ipar di Kemiling

618
BERBAGI
apolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Harto Agung Cahyono bersama Tim Tekab 308 Polsekta Tanjungkarang Barat saat membawa Joko Suwarno, tersangka pencurian dan pembunuhan terhadap korban kakak iparnya sendiri, Bejo ke Mapolresta Bandarlampung

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolda Lampung, Irjen Pol Sudjarno, mengungkapkan pencurian dan pembunuhan terhadap korban Bejo, warga Jalan Mata Air, Kelurahan Pinang Jaya, Kemiling, Jumat (16/6/2017) dinihari, terjadi saat korban sedang tidur pulas di rumahnya .

Pelaku perampokan dan pembunuhan yang tak lain adalah adik ipar korban, Joko Suwarno, mendatangi rumah korban saat situasi sekitar sepi.

“Sebelum masuk ke rumah korban, tersangka Joko mengintip dari kaca jendela samping rumah korban untuk memastikan situasi rumah dalam keadaan sepi,”ujarnya saat menggelar ekspos di Mapolresta Bandarlampung, Sabtu (17/6/2017).

Setelah memastikan Ritawati (kakak kandung tersangka) yakni istri korban tidak berada di rumah, tersangka Joko memadamkan aliran listrik dengan menurunkan termis (meteran) listrik. Setelah itu, Joko masuk ke dalam rumah korban dengan membawa sebilah balok kayu kasau.

“Melihat korban sedang tertidur, Joko langsung menghantamkan balok kayu itu kebagian leher dan wajah korban sampai berkali-kali. Hingga akhirnya, korban tergeletak dilantai bersimbah darah,”terangnya.

Sebelum kabur, kata mantan Waka Polda Metro Jaya ini, tersangka Joko masuk ke dalam kamar Wulan Aryani (26), anak korban mengambil uang sebesar Rp 800 ribu dan Joko langsung melarikan diri bersembunyi dengan menginap di salah satu Hotel di Jalan Urip Sumoharjo.

“Pagi harinya, tersangka Joko langsung pergi dan bersembunyi di daerah Tanjungbintang, Lampung Selatan,”ungkapnya.

Dikatakannya, saat Joko menghabisi nyawa korban Bejo, sempat didengar suara gaduh dengan anak bungsunya korban bernama Bara Kuku Wardana (12) dari dalam kamar tidurnya. Saat itu, Bara tidak berani keluar kamar dan bersembunyi dibawah kolong ranjang tempat tidurnya.

Setelah tersangka Joko pergi, anak korban keluar dari dalam kamarnya. Kemudian anak korban pergi ke rumah pamannya bernama Hambali, namun paman beserta bibinya Ningyatin tidak berada di rumah. Keduanya, sedang berada di Masjid bersama Ritawati (istri korban) dan Wulan (anak korban). Bara ditemani sepupunya, menunggu ibu dan kakaknya pulang dari Masjid.

“Ketika Ritawati dan Wulan pulang ke rumah, listrik di rumahnya padam dan ternyata termis listrik tersebut telah diturunkan. Setelah dinyalakan lagi, istri korban menjerit melihat suaminya Bejo sudah tergeletak bersimbah darah,”jelasnya.

Dikatakannya, motif tersangka Joko melakukan pembunuhan, kuat dugaan karena adanya dendam dengan korban dan aksi tersebut sudah direncanakan.
Kasusnya masih terus didalami, karena keterangan tersangka masih berubah-ubah.

Diketahui, Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polsekta Tanjungkarang Barat dan Polresta Bandarlampung, berhasil meringkus Joko Suwarno (37), tersangka pencurian dan pembunuhan terhadap korban Bejo (48).

Polisi menangkap Joko, dengan cara memancing tersangka untuk menemui pacarnya di depan Minimarket di Tanjungbintang, Lampung Selatan, pada Jumat (16/6/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

Karena berusaha melawan dan melarikan diri saat akan ditangkap, petugas terpaksa melumpuhkan kaki tersangka dengan timah panas.

Dari penangkapan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa balok kayu kasau sepanjang 80 cm yang dipakai Joko untuk menghabisi nyawa korban.

Selain itu: uang tunai Rp 273 ribu, satu buah celana jeans, kaos, kopiah, celana pendek, tas selempang, baju batik warna coklat, dompet, satu unit ponsel, potongan kuku tersangka, potongan celana dan kaos tersangka yang ada bercak darah korban, satu buah kain seprai dan bantal yang ada bercak darah korban.

Loading...