Beranda Headline Kronologi Tiga Bandar Narkoba Ditembak Mati Polisi Versi Polda Lampung

Kronologi Tiga Bandar Narkoba Ditembak Mati Polisi Versi Polda Lampung

2205
BERBAGI
Kapolda Lampung Irjen Sudjarno menunjukkan barang bukti ganja dan sabu-sabu yang disita dari tiga tersangka bandar narkoba yang ditembak mati.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menembak mati tiga bandar besar narkoba Lampung jaringan Aceh. Dari ketiga tersangka, dua diantaranya seorang mahasiswa di perguruan tinggi di Lampung. Polisi menangkap ketiganya, di Jalan Durian 16, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Selasa (9/5/2017) sekitar pukul 12.30 WIB.

Ketiga bandar besar narkoba jaringan Aceh yang ditembak mati tersebut adalah, Paisal (26) mahasiswa Unila warga Jalan Pulau Damar, Gang Kamboja, Kelurahan Waydadi, Sukarame; Rido Aures (24) mahasiswa UBL dan Afrizal alias Vijal (30), keduanya warga Jalan Sultan Haji, Gang Cempedak, Kelurahan Sepajang Jaya, Kedaton.

Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno mengatakan, pengungkapan 170 Kg ganja dan 600 gram sabu-sabu asal Aceh tersebut berawal dari informasi yang didapat petugas dari salah satu jasa pihak ekspedisi Indah Cargo di Bandarlampung, yang curiga dengan adanya paket besar dua peti kayu dan beberapa kotak kardus besar, pada Minggu (7/5/2017) lalu.

“Dari informasi tersebut, petugas mendatangi jasa Ekspedisi Indah Cargo untuk dilakukan penyelidikan,”ujarnya saat menggelar ekspos di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara (RSB), Selasa (9/5/2017) sore.

Mantan Waka Polda Metro Jaya ini mengutarakan, dalam penyelidikan petugas mendapatkan informasi dari Polda Riau, bahwa adanya pengiriman paket narkoba asal Aceh dalam jumlah besar menuju Lampung. Berdasarkan alamat yang tertera di paket tersebut, ternyata benar dan sesuai.

“Untuk mengetahui siapa pemilik narkoba tersebut, petugas melakukan penyemaran berpura-pura sebagai karyawan ekpedisi “ungkapnya.

Setelah diintai selama dua hari, pada Selasa (9/5/2017) sekitar pukul 11.00 WIB. Akhirnya, petugas mendapati tersangka Paisal, Rido Aures dan Afrizal datang ke jasa ekspedisi Indah Cargo mengendarai mobil.

BACA: Keluarga Bantah Ada Perlawanan dan Baku Tembak

“Kemudian para tersangka  mengambil paket dua peti kayu dan beberapa kotak kardus besar yang didalamnya berisi narkoba. Ketiganya pergi membawa paket narkoba tersebut, menuju ke salah satu rumah kontrakan di Jalan Durian 16, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan,”terangnya.

Selanjutnya, kata Kapolda, petugas atau tim lainnya yang sudah mengintai ketiganya sejak dua hari sebelumnya, langsung menyergap mereka pada saat akan menurunkan barang haram tersebut. Saat disergap, ketiganya yang masing-masing memiliki senjata api rakitan jenis revolver melakukan perlawanan dan langsung menembaki petugas.

“Karena ada perlawanan dan sudah membahayakan nyawa petugas, saat itu juga petugas mengambil tindakan tegas dengan menembak mati ketiga tersangka. Selanjutnya, para tersangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB),”jelasnya.

Dari penangkapan tersangka, petugas menyita barang bukti narkoba jenis ganja sebanyak 170 paket seberat 170 Kg, sabu-sabu seberat 600 gram, tiga pucuk senjata api rakitan jenis revolver beseta beberapa butir peluru aktif dan selongsong peluru, timbangan digital, empat unit ponsel dan beberapa pack plastik klip.

“Narkoba 170 Kg ganja dan 600 gram sabu, akan diedarkan tersangka Paisal, Rido Aures dan Afrizal di beberapa daerah di Lampung. Dari ketiga tersangka tersebut, Paisal dan Rido Aures adalah mahasiswa,”paparnya.

Dikatakannya, tersangka Paisal, Rido Aures, dan Afrizal, merupakan bandar besar narkoba Lampung jaringan Aceh. Penangkapan ketiga tersangka, sudah menjadi target operasi (TO) petugas sejak lama. Karena pada pengiriman sebelumnya, mereka berhasil lolos.

Pengungkapan 170 Kg ganja dan 600 gram sabu-sabu ini merupakan hasil koordinasi antara Polda Lampung dan Polda Riau.

Menurut Sudjarno, Polda Riau sudah melakukan pemetaan (mapping) terhadap jaringan bandar narkoba asal Aceh tersebut. Namun, target operasi berhasil meloloskan diri.

“Lalu Polda Riau memberikan alamatnya bahwa barang tersebut akan dikirim ke Lampung. Begitu dapat informasinya dari Polda Riau, kita langsung melakukan meping (pemetaan) di Lampung dan berhasil melumpuhkan tersangka Paisal, Rido Aures dan Afrizal sebagai bandar besar narkoba tersebut,” katanya.

Irjen Sudjarno mengatakan, awalnya barang haram tersebut dikirim oleh pemasoknya dari Aceh ke jaringan bandar narkoba lainnya di Riau. Setelah itu, dikrimkan lagi ke bandar lainnya yang ada di Lampung yakni ke tersangka Paisal, Rido Aures dan Afrizal.

Loading...