Beranda Ekbis Bisnis KSEI Helat Ajang Internasional Extraordinary General Meeting of ANNA

KSEI Helat Ajang Internasional Extraordinary General Meeting of ANNA

147
BERBAGI

Margeret M. Tang (Direktur KSEI) memberikan kata sambutan pada acara Extraordinary ANNA General Meeting pada 20 – 21 November 2014 di Ballroom Laksmana & Shinta, Sofitel Nusa Dua, Bali.  

NUSA DUA, Teraslampung.com-Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Margeret M. Tang, secara resmi membuka perhelatan Extraordinary ANNA General Meeting pada 20 – 21 November 2014 melalui kata sambutan yang disampaikan di Ballroom Laksmana & Shinta, Sofitel Nusa Dua, Bali, hari ini (20/11).

Dalam sambutannya, Margeret menyatakan kesiapan KSEI dalam meningkatkan perannya sebagai Central Securities Depository (CSD) di tingkat regional dan diharapkan kedepannya tingkat internasional. “Untuk menjelang penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN dalam waktu dekat, perlu dilakukan peningkatan sistem serta kemampuannya yang dapat melakukan cross border settlement,” ungkap Margeret.

Tiga inisiatif pengembangan KSEI yang meliputi proyek pengembangan C-BEST Next Generation, Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu untuk industri Reksa Dana, hingga pengembangan Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) untuk financial hub, merupakan rencana besar untuk pengembangan pasar modal di Indonesia. Ketiga rencana tersebut akan saling terintegrasi dan didukung dengan standard messaging yang berlaku secara internasional, yakni ISO 20022.

Penerapan kode internasional juga menjadi perhatian yang tak kalah penting. KSEI telah menjadi anggota ANNA atau Association of National Numbering Agencies yang merupakan asosiasi internasional yang beranggotakan berbagai institusi yakni Bank Sentral, Lembaga Kustodian Sentral, penyedia data, regulator dan Bursa Efek di 120 negara yang berperan sebagai National Numbering Agencies.

Bergabung dengan ANNA sejak sekitar 20 tahun yang lalu pada penyelenggaran General Meeting ANNA yang kedua, KSEI menjadi lembaga berwenang di Indonesia untuk menerbitkan kode ISIN. Hingga saat ini KSEI telah menerbitkan 1.666 kode ISIN (Internasional Securities Identification Number) di pasar modal Indonesia yang merupakan acuan kode Efek Indonesia yang digunakan secara global.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyinggung tentang perlindungan investor di pasar modal demi terciptanya pendalaman pasar.

Sarjito menyayangkan bahwa saat ini pasar modal Indonesia masih didominasi oleh asing, sehingga apabila pasar modal global mengalami krisis, maka kondisi pasar modal di Indonesia akan turut terkena dampaknya.

“Untuk itu, diperlukan pendalaman pasar untuk meningkatkan jumlah investor lokal. Upaya peningkatan jumlah investor lokal ini perlu didukung dengan perlindungan investor serta pengawasan yang lebih ketat oleh regulator. Beberapa waktu yang lalu, OJK juga telah menyusun beberapa peraturan baru terkait pasar modal,” kata Sarjito.

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa industri pasar modal diprediksi akan menjadi primadona pada era Presiden Jokowi.

Kegiatan Extraordinary ANNA General Meeting tahun ini dihadiri oleh 26 anggota dari 30 negara. Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak Rabu (19/11) dengan diselenggarakannya workshop tentang peran ANNA dan standardisasi ISO mengenai ISIN Code, Instrumen Keuangan dan Legal Entity Identifier (LEI), yang diikuti oleh undangan dan anggota ANNA.

Loading...