Beranda Ekbis Bisnis KSEI: Masyarakat Mampu Secara Ekonomi Bisa Jadi Basis Investor

KSEI: Masyarakat Mampu Secara Ekonomi Bisa Jadi Basis Investor

104
BERBAGI
Zylvia Thirda, Kepala Unit Komunikasi Perusahaan KSEI

TERASLAMPUNG.COM — PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan sosialisasi fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas), di Rumah Makan Kayu, Bandarlampung, Kamis (6/11). Ini adalah sosialisasi kelima PT KSEI, setelah program serupa digelar di Banjarmasinan, Padang, Solo, dan Makasar.

Zylvia Thirda, Kepala Unit Komunikasi Perusahaan KSEI, mengatakan banyak wilayah di Indonesia yang masyarakatnya mampu secara ekonomi dan berpotensi sebagai basis investor.

“Tapi secara nasional masih kurang dari setengah persen saj masyarakat yang memanfaatkan dananya dimodal sebagai pilihan sarana penanaman modal atau investasi. Masih kurangnya pemahaman mengenai pentingnya investasi dan juga keterbatasan informasi maupun sarana yang tersedia untuk melakukan investasi merupakan salah satu kendala utama mengapa masyarakat belum banyak mengenal cara investasi pasar modal,” kata dia.

Menurut Zylvia, program sosialisasi dan edukasi masyarakat mengenai investasi pasar modal merupakan program rutin yang berkesinambungan. KSEI, menurut dia, melakukan terobosan sinergi pasar modal dan industri perbankan melalui kerjasama pengembangan Co-Branding Fasilitas AKSes dengan ATM bank PT Bank Mandiri Tbk.

Program ini merupakan langkah konkret KSEI dalam membangun infrastruktur bagi masyarakat agar dapat dengan mudah melakukan investasi dipasar modal.

“Melalui mesin ATM investor dapat melakukan pengecekan investasinya di pasar modal berupa saham, ORI dan lainnya yang disimpan oleh Perusahaan Efek di KSEI,” katanya.

Berdasarkan data KSEI per akhir Oktober 2014 jumlah investor yang login secara nasional sekitar 13 persen dari sekitar 350 ribu investor.

Ifwanriza , manager electronic banking Bank Mandiri, mengaku pihaknya berkomitmen untuk senantiasa mendukung pasar modal Indonesia baik dalam mendukung kebijakan dan program dari regulator maupun kebutuhan pelaku pasar modal.

Mas Alina Arifin