Kumpulan Cerpen “Dunia yang Tidak Pernah Menjadi Tua” Didiskusikan di UKBS Unila

  • Bagikan

Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.Com

BANDARLAMPUNG—Kumpulan cerpen Dunia yang Tidak Pernah Menjadi Tua karya Syaiful Irba Tanpaka akan didiskusikan malam nanti (6/6), di Graha Kemahasiswaan (UKMBS) Universitas Lampung.

Acara bertajuk “Peluncuran dan Diskusi” ini akan menghadirkan tiga pembicara, yaitu Iwan Nurdaya-Djafar, Udo Z. Karzi, dan A.M. Zulqornain Ch. Kegiatan ini digagas atas kerja sama Penerbit Siger Publisher, Komunitas Berkat Yakin (KoBer), dan Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Unila.

Menurut Alexander GB, ketua pelaksana, acara ini selain diisi diskusi juga pembacaan cerpen dari buku tersebut. Di antaranya Ari Pahala Hutabarat, Alexander GB, Elda-UKMBS, dan Syaiful Irba Tanpaka. “Ini acara kumpul-kumpul, silaturahmi, happy…” kata GB, sapaan aktor KoBer dan cerpenis ini.

Syaiful Irba Tanpaka adalah sastrawan sekaligus pelaku sinema Lampung. Buku kumpulan cerpen ini merupakan yang pertama, sebelumnya dia pernah meluncurkan kumpulan puisi, dan cerita anak-anak. Buku cerpen yang diterbitkan Siger Publisher (Desember 2013) ini  memuat 13 cerpen yang ditulisnya dari tahun 2008 hingga 2013, di antaranya sudah dipublikasikan di Lampung Post.

Judul cerpen dalam buku ini juga menarik dan menggoda, seperti “Edelwes”, “Embun di Mata Wie”, “Tubuh Kinan”, dan “Helma” untuk nama-nama perempuan sebagai tokoh yang menghidupkan cerpen-cerpen Syaiful Irba Tanpaka ini.
 

Semenyata itu, Syaiful Irba Tanpaka mengatakan, peluncuran dan diskusi ini sebagai bentuk silaturahmi para sastrawan dan seniman Lampung. Diakuinya, dunia kesenian adalah sebagian dari kehidupannya. “Marilah kita rayakan dunia sastra, dunia kesenian di Lampung yang kita cinta ini,” katanya.

Melalui kegiatan seperti ini, katanya, diharapkan akan semakin bergeliat dunia kesenian di daerah ini. Terutama dunia sastra yang diakuinya mulai semarak lagi, dengan munculnya penyair dan cerpenis dari kalangan muda.

“Ini potensi besar untuk kemajuan kesenian di daerah ini. Tinggal lagi lembaga yang peduli pada senibudaya, seperti DKL, Kantor Bahasa. Dan tak kalah penting Gubernur Lampung yang baru dilantik, punya peran penting menyuburkan dunia kesenian di sini,” katanta.

Setelah didiskusikan di UKMBS Unila, dia berencana kumpulan cerpennya ini akan dihadirkan di kafe, perguruan tinggi, ataupun di sekolah-sekolah di Provinsi Lampung.

Kumpulan Cerpen Dunia yang Tidak Pernah Menjadi Tua menghimpun sejumlah kisah dunia malam alias “dugem” (dunia gemerlap malam), cinta, selingkuh, kritik pada perilaku korup, kemiskinan, dan kritik sosial.
.
Pada dunia malam, seakan kita menyaksikan dunia yang tidak pernah (menjadi) tua. Gambaran ini tertuang dalam salah satu cerpen yang dijadikan tajuk dari buku ini. Diceritakan, seorang pria yang sejak remaja “menggandrungi” dunia malam, khususnya diskotek (dan karaoke).

Sejak remaja, ia menemui para perempuan di sana yang muda dan berparas menggoda.Ternyata kegandrungan ini belum juga hilang, sebab tatkkala usianya mencapai senja masih suka “turun” gunung. Di usia senjanya itu, ia tetap menemui perempuan-perempuan muda di dalam ruang remang-remang itu. Lelaki pengunjung diskotek ini mengira, bukan manusia yang tetap muda melainkan yang tak pernah menjadi tua adalah dunia.

“Padahal, lelaki yang menjadi tokoh dalam cerpenku ini sebenarnya sudah tua, sudah bangkot alias gerandong. Tetapi ia tak juga sadar, tidak tobat, jadi dia mengira perempuan-perempuan di dalam diskotek atau karaoke selalu muda,” katanya tersenyum.

Syaiful Irba Tanpaka kelahiran Telukbetung (Lampung) pada 9 Desember 1961. Ia menulis cerpen, puisi, esai, dan menulis skenario teater dan film. Pernah dipercaya menjadi Ketua Harian Dewan Kesenian Lampung (DKL) tiga periode, dan sebelumnya menjabat Sekretaris Umum DKL. Kini ia menjabat Sekretaris Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Lampung.

Sebagai sastrawan, ia pernah diundang ke Pertemuan Sastrawan Nusantara (PSN) di Kedah, Malaysia, Refleksi Setengah Abad di Solo, Forum Puisi Indonesia 87 di TIM Jakarta, Temu Sastra Mitra Praja Utama di Banten, dan lain-lain.

Highlight peluncuran buku “Dunia yang tidak Pernah Menjadi Tua” (sumber: irwan wahyudi/youtube):

  • Bagikan