Beranda News Kesehatan Kunjungi AJI Bandarlampung, OPSI Ingatkan Perspektif Media Soal HIV/AIDS

Kunjungi AJI Bandarlampung, OPSI Ingatkan Perspektif Media Soal HIV/AIDS

724
BERBAGI
Pegiat OPSI berkunjung ke kantor AJI Bandarlampung, Selasa (15/9/2020).

TERASLAMPUNG.COM — Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) mengingatkan pentingnya perspektif media dalam pemberitaan terkait HIV/AIDS. Hal itu diungkapkan para pegiat OPSI saat berkunjung ke sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung, Selasa, 15/9/2020.

Kunjungan tersebut untuk membangun sinergi antara komunitas dan media untuk menciptakan lingkungan kondusif dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir beberapa perwakilan komunitas, di antaranya Gaya Lentera Muda Lampung (Gaylam), Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Lampung, dan Jaringan Odha Berdaya (JOB). Kemudian, Jaringan Indonesia Positif (JIP) Lampung, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung, Indonesia AIDS Coalition (IAC), dan Focal Poin OPSI Kota Bandarlampung.

“Jadi, bagaimana kami dan media bersinergi agar dapat memberikan perspektif baru di media mengenai HIV dan AIDS,” kata Mumu Amalia, Focal Poin OPSI Bandar Lampung.

Selain di Bandar Lampung, kegiatan serupa digelar di 11 kota, antara lain Semarang, Surakarta, Jayapura, Sorong, dan Denpasar. Semua kegiatan tersebut di bawah Koordinasi OPSI.

Menurut Rachmad Cahya Aji, Koordinator Pencegahan HIV dari PKBI Lampung, kasus HIV di Lampung terbilang tinggi, yakni 4.000 kasus. Namun, masih kurang perhatian dari pemerintah untuk penanggulangan HIV.

“Seharusnya, jangan menunggu banyak korban baru membuat peraturan. Kita bisa mengadakan tes HIV sejak dini, sehingga dapat mendeteksi dan selanjutnya dapat diobati,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Aji juga menyoroti perilaku diskriminatif terhadap orang yang terinfeksi HIV. Dia menilai, hal tersebut karena kurangnya sosialisasi di masyarakat terkait HIV/AIDS. Itu sebabnya, peran media cukup besar untuk memberi perspektif kepada masyarakat, sehingga diskriminasi tak lagi terjadi.

Hal senada disampaikan Jeje dari Gaylam. Menurutnya, pembahasan tentang HIV di masyarakat perlu ditekankan kepada penyakit ketimbang soal moral.

“Pembahasan tentang HIV itu jangan lagi soal moral, harusnya lebih kepada penyakit. Sehingga, dapat menanggulangi tanpa diskriminasi terhadap orang yang terinfeksi HIV,” kata dia.

Sementara itu, Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho menyambut baik kunjungan OPSI. Hendry memandang perlu kegiatan semacam sosialisasi atau pelatihan bagi media ihwal pemberitaan HIV/AIDS. Sehingga, mampu mengedukasi masyarakat dan media punya perspektif dalam mewartakan HIV/AIDS.

Loading...