Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Kunjungi Desa Kunjir, Kepala BNNP Ingatkan Pentingnya Pohon dan Hutan Pantai

Kunjungi Desa Kunjir, Kepala BNNP Ingatkan Pentingnya Pohon dan Hutan Pantai

268
BERBAGI
Kepala BNPB Doni Monardo melakukan penanamannpohon di bibir Pantai Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan,Minggu, 13 Januari 2019 | Foto: Dinas Infokim Kabupaten Lampung Selatan
Kepala BNPB Doni Monardo melakukan penanamannpohon di bibir Pantai Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan,Minggu, 13 Januari 2019 | Foto: Dinas Infokim Kabupaten Lampung Selatan

TERASLAMPUNG.COM — Setelah mengunjungi pengungsi korban tsunami Selat Sunda di Wisma Atlet dan eks Hotel 56, Lampung Selatan, Minggu, 13 Januari 2019, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNNP) Letjen Doni Modardo mengunjungi Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa.

Desa Kunjir  merupakan salah satu daerah terparah yang terdampak tsunami Selat Sunda.

Di desa ini, Kepala BNPB dan Plt. Bupati Lamsel menanam pohon kelapa sebagai tanaman yang berfungsi sebagai penahan gelombang tsunami.

“Bila ombak pasang atau terjadi tsunami, air yang membawa sampah akan terhalang, kecepatan air pun jadi berkurang. Dengan ini (pohon) mudah-mudahan kedepannya bisa mengurangi korban jiwa maupun mateti,” kata mantan Komandan Paspampres ini.

Doni menambahkan, sudah seharusnya di sepanjang daerah pesisir pantai tidak dibangun pemukiman penduduk, mengingat wilayah tersebut termasuk daerah rawan bencana tsunami dan longsor.

“Penanaman pohon merupakan pembangunan Infrastuktur alam jangka panjang untuk daerah pesisir. Kita bisa pilih jenis pohon yang cocok dengan endemik setempat. Penanaman pohon untuk dibibir pantai bisa dianggarkan dengan menggunakan Dana Desa,” katanya.

Doni mengatakan, hutan pantai menjadi salah satu upaya mitigasi dalam mengurangi risiko bahaya tsunami di masa depan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo melihat manfaat dari hutan pantai bagi masyarakat yang berada di sepanjang pantai yang termasuk dalam zona merah bahaya gempa bumi dan tsunami.

Doni mencontohkan beberapa jenis pohon yang dapat ditemui di beberapa tempat dan berfungsi sebagai penahan alami dari hantaman tsunami. Beberapa jenis pohon dapat ditanam dan cocok di pinggir pantai seperti pohon pule, ketapang, mahoni, waru, beringin dan kelapa.

“Ini sebagai tujuan kita mengurangi bencana, maka sejak sekarang kita siapkan. Kawasan di zona merah Selat Sunda ini sudah harus mempersiapkan diri dari sekarang. Untuk melakukan penanaman pobhon perawatan dan menjadi kokoh sehingga mungkin 10 tahun , 20 tahun 30 tahun yang akan datang terjadi lagi perstiwa seperti ini (tsunami), masyarakat dapat terlindungi dan korban seminim mungkin,” ujar Doni

Loading...