Kunjungi Korban Banjir di Lampung Selatan, Mensos Risma Serahkan Bantuan dan Bantu Pendidikan Anak Korban

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini didampingi Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto saat memberikan bantuan kepada keluarga korban meninggal dunia akibat tenggelam terseret arus banjir di Dusun Tasik, Desa Banyumas,Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Rabu (2/11) siang.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini didampingi Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto saat memberikan bantuan kepada keluarga korban meninggal dunia akibat tenggelam terseret arus banjir di Dusun Tasik, Desa Banyumas,Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Rabu (2/11) siang.
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM, LAMPUNG SELATAN–Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (2/11/2022) siang.

Dalam kunjungannya, mantan Wali Kota Surabaya ini menyerahkan bantuan berupa uang santunan ahli waris kepada keluarga korban meninggal dunia di Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro dan di Desa Sukamaju, Kecamatan Sidomulyo masing-masing senilai Rp.15 juta, bantuan biaya pendidikan kepada anak korban dan beberpa paket bantuan lainnya dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Mensos Risma mengunjungi rumah duka korban tenggelam banjir yakni Royani (49) dan Mad Harif (57) di Dusun Tasik, Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.

Kunjungan Mensos Risma, diterima langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Camat Candipuro, Ahmad Solatan dan jajaran pemerintah Forkopimcam (desa).

Di rumah duka Mad Harif, korban tenggelam akibat terseret arus banjir. Mensos Risma sempat berbincang dengan Kholisoh (42) istri korban dan juga anak korban. Istri korban meminta bantuan biaya pendidikan untuk kedua anakya yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) dan SMA.

Selain memberikan bantuan santunan kepada ahli waris, Mensos Risma juga memberikan bantuan biaya pendidikan kepada kedua anak korban tenggelam akibat banjir. Selain itu bantuan pakaian, selimut, makanan, peralatan dapur, peralatan untuk ibadah dan bantuan lainnya.

Disela-sela kunjungannya di rumah keluarga korban meninggal dunia di Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro. Mensos Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Risma menyatakan, duka mendalam karena musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Lampung Selatan ada empat korban meninggal dunia.

Keempat korban yang dilaporkan meninggal dunia ini, dua korban warga Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro dan dua korban lagi warga Desa Sukamaju, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

“Saya mengucapkan duka mendalam untuk keluarga korban yang meninggal dunia,”ungkapnya disela kunjungannya, Rabu (2/11/2022) siang.

Selain itu, Ia pun memberikan santunan untuk ahli waris kepada empat keluarga korban yang meninggal dunia akibat tenggelam setelah terseret arus banjir masing-masing sebesar Rp.15 juta sesuai tupoksi kami di Kemensos untuk korban meninggal dunia.

“Santunan dari Kemensos untuk korban meninggal Rp.15 juta, sudah kami serahkan bersama Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto dan Ketua DPRD Lampung Selatan, Hendri Rosyadi kepada ahli waris keluarga korban,”ujarnya.

Bantuan lainnya yang diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia, kata Risma, berupa peralatan dapur, makan untuk kebutuhan sehari-hari, selimut, peralatan untuk ibadah dan jaminan Kesehatan keluarga korban meninggal.

“Biasanya kalau ada banjir, peralatan makanan siap saji ini dulu yang dibutuhkan korban,”kata dia.

Risma mengaku, keluarga korban meminta bantuan biaya pendidikan untuk kedua anakya yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) dan SMA, dan Ia pun sudah memberikan bantuan biaya pendidikan tersebut.

“Keluarga korban (istri Mad Harif), meminta bantuan biaya pendidikan untuk kedua anaknya. Sudah kita bantu tadi, dan dibayarkan biaya pendidikannya untuk selama satu tahun,”ucapnya.

Risma menjelaskan, pada prinsipnya, pengelolaan aliran sungai harus dimulai dari bagian hulu yang kemudian beriringan dengan penataan bagian bawah atau hilir. Ia pun meminta pemerintah setempat, agar segera memperbaiki tanggul yang jebol dan tebal bertujuan mencegah masuknya air kelingkungan permukiman warga.

Akan tetapi, diakuinya hal tersebut akan memakan waktu cukup lama, sehingga penanganan secara cepat untuk jangka pendek adalah memastikan kebersihan sungai dari sisa-sisa material banjir.

“Untuk tanggul yang jebol, kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait (PUPR) untuk bisa segera dikerjakan atau diperbaiki karena kalau sudah dibenahi tidak akan lagi masuk ke permukiman dan warga merasa nyaman,”terangnya.

Kemudian juga, kata Risma, air yang curah hujannya tinggi kemudian berhenti disuatu tempat yang memang kondisinya cekung, makanya bisa terendam.

“Jadi karena itu memang harus ada tingkat kewaspadaan yang tinggi saat datang musim penghujan. Saat kemudian mendekati cuaca ekstrem,”tuturnya.

Risma juga meminta, di setiap rumah bila ada yang sakit, lensia dan disabilitas diberikan tanda khusus. Hal ini, untuk mempermudah dan mempercepat penanganan apabila terjadi adanya bencana banjir.

“Karena biasanya kalau ada (bencana) itu, kemudian mereka kelompok rentan ini terlupakan. Oleh karena itu, perlu diberikan tanda khusus,”pungkasnya.

Sementara Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto mengucapkan terima kasih kepada Kemensos RI, telah memberikan santunan dan bantuan lainnya terhadap keluarga korban meninggal dunia akibat tenggelam terseret arus banjir, dan bantuan lainnya kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Lampung Selatan.

Ia pun berharap, kepada keluarga korban yang sudah diberikan bantuan, agar memanfaatkan bantuan itu untuk keperluan sehari-hari dan sekolah anak. Selain itu, pihaknya juga telah memberikan bantuan kepada korban terdampak banjir.

“Anak-anak korban banjir, membutuhkan peralatan alat tulis dan seragam. Karena peralatan sekolahnya sudah tidak bisa dipakai rusak karena banjir dan adajuga yang hanyut terbawa banjir. Gunakan bantuan yang sudah diberikan dengan sebaik-baiknya,”kata dia.

Hal senada dikatakan Camat Candipuro, Ahmad Sholatan. Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dari Mensos Tri Rismaharini dan Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

“Kami akan mengarahkan, supaya bantuan yang di terima keluarga korban digunakan sesuai kebutuhan sehari hari karena keluarga korban mempunyai anak yang masih sekolah,”kata dia.

Selain santunan dan biaya pendidikan diberikan kepada kedua korban meninggal dunia, kata Solatan, bantuan dari Kemensos RI dan Pemkab Lampung Selatan yang diberikan kepada warga di Kecamatan Candipuro yang terdampak banjir berupa makanan siap saji, selimut, kasur, matras, pakaian dewasa, pakaian anak anak, popok bayi, sembako dan masih banyak lainnya lagi.

“Banyak bantuan yang diberikan sebelumnya, baik itu dari Kemesos RI dan Pemkab Lampung Selatan kepada warga yang terdampak banjir di beberapa desa di Kecamatan Candipuro,”ujarnya.

Dikatakanya, desa yang terdampak banjir diwilayah Kecamatan Candipuro meliputi delapan desa, yakni Desa Rantau Minyak, Sidoasri, Way Gelam, Cintamulya, Selapan, Sinar Pasmah, Banyumas dan Beringin Kencana. Sementara rumah dan areal pesawahan yang terdampak banjir dari beberapa desa ini, ada sekitar 394 rumah dan 390 hektar persawahan.

“Dari delapan desa itu, paling parah yang terdampak banjir ada dua desa yakni Desa Banyumas dan Beringin Kencana,”pungkasnya.

Selanjutnya, rombongan Mensos Tri Rismaharini mengunjungi rumah duka dua bocah kakak beradik bernama Halimah usia 14 tahun dan Romlah usia 12 tahun warga Dusun Sukamandi, Desa Sukamaju, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan yang meninggal dunia akibat tenggelam setelah terseret arus banjir.

Di rumah duka bocah meninggal dunia ini, Mensos Risma sempat berbincang dengan orangtua korban, Samsudin dan kemudian memberikan santuan Rp 15 juta, lalu memberikan bantuan berupa pakaian, makanan, mainan untuk anak korban, peralatan dapur dan beberapa bantuan lainnya.

Bahkan pada kesempatan itu, Risma menyempatkan diri untuk membuat mainan pesawat-pesawatan dengan adik korban seorang baita usia empat tahun yang selamat dari maut dari bencana banjir.

Zainal Asikin