Beranda News Peristiwa Kunjungi Lamsel, Jokowi Ingin Pastikan Penanganan Korban Tsunami Cepat dan Baik

Kunjungi Lamsel, Jokowi Ingin Pastikan Penanganan Korban Tsunami Cepat dan Baik

161
BERBAGI
Presiden Jokowi menyalami warga di Desa Kunjir, Lampung Selatan, Rabu.2 Januari 2019.
Presiden Jokowi menyalami warga di Desa Kunjir, Lampung Selatan, Rabu.2 Januari 2019.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Presiden Joko Widodo, meninjau lokasi bencana alam tsunami Selat Sunda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menerjang di wilayah pesisir pantai Lampung Selatan, Rabu 2 Januari 2019

kedatangan Presiden Jokowi beserta rombongan di Bandara Radin Inten II, Branti, Lampung Selatan disambut Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo; Wakil Gubernur Bahtiar Basri; Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto; Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto; Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan dan Koarmada 1 Laksaman Muda TNI Yudo Margono.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo beserta rombongan langsung bertolak menuju ke Desa Kunjir dan Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan lokasi yang paling parah terdampak tsunami, pada Sabtu malam 22 Desember 2018 lalu.

Di lokasi itu, Presiden Jokowi meninjau langsung upaya penanganan dampak bencana tsunami dan ingin memastikan penanganan dampak bencana tsunami agar dapat diselesaikan dengan cepat dan baik. Bahkan Presiden Jokowi juga, menemui para pengungsi yang menjadi korban tsunami

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungannya tersebut, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko; Kapolri Jenderal Tito Karnavian; Panglima TNI, Hadi Tjahjanto; Menko Polhukan, Wiranto; Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang Karta Sasmita; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Men PUPR), Basuki Hadimuljono dan Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Djuwita Moeloek.

Presiden Jokowi, bersama Gubernur Lampung Ridho dan Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, mendengarkan penjelasan singkat terkait penyebab tsunami, kamudian meninjau lokasi bangunan yang rusak akibat dihantam gelombang tsunami.

Pada kesempatan itu juga, Presiden Jokowi, Gubernur Ridho, Plt Bupati Lampung Selatan Nanang dan para Menteri Kabinet Kerja berkoordinasi dalam upaya penanganan korban. Usai meninjau lokasi, Presiden Jokowi dan Gubernur Ridho mengajak warga untuk duduk bersama di halaman salah satu rumah warga yang kondisinya masih berantakan dengan reruntuhan puing-puing bangunan.

Kedatangan Presiden Jokowi beserta rombongan, disambut oleh warga Desa Kunjir dan Way Muli yang menjadi korban tsunami. Di tempat itu, Presiden Jokowi sempat berdialog dengan warga dan mendengarkan keluh kesah warga yang menjadi korban akibat bencana alam tsunami tersebut meski hanya sekitar 15 menit.

Saat berdiskusi, Jokowi pun menjelaskan bahwa pemerintah akan segera merelokasi rumah warga yang berada di bibir pantai. “Nanti mau ya kalau di relokasi?”tanya Jokowi kepada warga.

Bahkan sejumlah warga ada yang menyampaikan kepada Presiden Jokowi, bahwa ada yang menerima untuk direlokasi dan ada juga yang belum karena ingin tetap tinggal di Desa Kunjir dan Way Muli. Hal tersebut dikarenakan, tempat tinggal mereka saat ini merupakan tempat kawasan wisata dan juga mayoritas pekerjaan mereka adalah sebagai nelayan.

Usai meninjau lokasi tedampak tsunami di Desa Kunjir dan Way Muli, Presiden Jokowi bersama iring-iringan rombongan langsung bertolak menuju ke RSUD Bob Bazar Kalianda tempat korban dilakukan perawatan medis. Setelah itu, menuju ke posko pengungsian di Lapangan Tenis Indoor Kalianda.

Diketahui, Pemerintah pusat dan pemerintah daerah Provinsi Lampung, terus berkoordinasi dalam penanganan korban tsunami. Seperti penanganan pengungsi, layanan kesehatan dan pendataan terkait sarana dan prasarana yang rusak akibat dihantam gelombang tsunami. Bahkan berbagai bantuan untuk korban, terus berdatangan dari berbagai pihak dan relawan.

Berdasarkan data, akibat dampak tsunami di wilayah pesisir Lampung Selatan, terdsapat dua desa yang paling banyak menelan korban jiwa yakni Desa Kunjir dan Way Muli, Kecamatan Rajabasa. Adapun totl korban meninggal dunia akibat bencana tsunami tersebut, sebanyak 118 orang dan korban luka-luka sebanyak 6.379 lalu 7 orang dinyatakan hilang.

Akibat bencana tsunami tersebut, menyebabkan 710 unit rumah rusak dan jumlah pengungsi mencapai 7.868 orang.

Loading...