Beranda Politik DPRD Lampung Kunker ke Lampung, Para Anggota DPRD Sumut Studi Banding Pembentukan Perda

Kunker ke Lampung, Para Anggota DPRD Sumut Studi Banding Pembentukan Perda

380
BERBAGI

Teraslampung.com — Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan kerja ke Lampung untuk melakukan studi banding pembentukan Perda, di Balai Keratun, Rabu (1/11/2017).

Para anggota Dewan yang terdiri atas tim  Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Sumatera Utara itu diterima anggota Badan Pembentukan Perda DPRD Lampung Ahmadi Sumaryanto, Asisten Kesra Pemprov Lampung Hery Suliyanto mewakili Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Kadis Perindustrian Provinsi Lampung Toni L Tobing, dan Kepala Bappeda provinsi Lampung Taifik Hidayat.

Ahmadi Sumaryanto mewakili Ketua Bapemperda DPRD Lampung mengatakan pihaknya bangga atas kepercayaan Lampung menjadi objek kunjungan kerja dari DPRD Sumatera Utara.

“Pembangunan dan Raperda di Provinsi Lampung sudah bagus  pelaksanaannya. Karena itu pembangunan di Lampung terus meningkat,” kata Ahmadi Sumaryanto.

Legislator dari Fraksi PKS itu berharap kunjungan kerja para anggota DPRD Sumut dapat saling memberikan masukan ilmu yang bermanfaat untuk kemajuan pembangunan di Lampung dan Sumatera Utara.

Ketua tim Badan Pembentukan peraturan daerah DPRD Sumatera Utara, Mustofa Ilyas Sitompul, mengatakan, perputaran fiskal APBD di Lampung cukup luar biasa dari jumlah APBD di Lampung,.

“Ini kunci keberhaasilan peredaran keuangan dari sisi perekonomian. Lampung cukup bagus mampu mengolah dan manarik peredaran keuangan dari jumlah APBD di Lampung,”kata Mustofa Ilyas Sitompul.

Menurutnya, lahirnya peraturan daerah dan pembangunan tentu akan berimbas pada peningkatan pembangunan.

“Maka,  pemerintah provinsi harus bersinergi dengan seluruh pemerintah Kabupaten/kota. Sejauh mana yang ditangkap masyarakat itu lah yang terus kita cari solosuinya demi kemajuan pembangunan,” singkatnya.

Pada kesempatan itu, Toni L Tobing menjelaskan tentang proyek pembangunan kawasan industri di Lampung ada di 7 kabupaten dengan luas 3500 hektare.

“Kami menyiapkan karpet merah untuk investor, kalau di Lampung membebaskan lahan dulu baru bangun infrastruktur jalan, agar harga lahan tidak menjadi.naik. Seperti diketahui DAU kita hanya tujuh triliun dengan belanja negara dua triliun,” kata Toni.

Dengan adanya kawasan industri tersebut, diharapkan akan membuka lapangan kerja baru.

“Nanti kawasan industri akan berkembang dan akan disiapkan daerah penunjang,” katanya.

Loading...