Kusayang Dadaku

  • Bagikan

Oleh Jauhari Zailani

Rumah ini indah, sayang sampah berserak dari halamannya,
Jalan ini mulus, sayang sampah bertebaran di jalanan
Masjid ini indah, sayang banyak sumpah serapah

Kupungut sampah kehidupan yang berserak di awang-awang
Kuseruput pahitnya kehidupan yang menindih harapan
Kujemput madu bagi kecambah kehidupan yang terjaga

Kubesut hati untuk mendengar bisikan kehidupan sunyi
Kuurut nada-nada untuk sebuah timbangan kebenaran
Kuturut nurani bagi siang dan malam kehidupan

Kusebut dalam doa dan dosa
Kukebut perjalanan menuju kehidupan yang tak bertepi
Kurebut kendali perjalanan yang tak berujung

Kurenggut nasib bagi kepastian dan kebaikan keturunan
Kuberlutut hanya kepada pemberi kepastian
Kukentut untuk memutus derita sepanjang jaman

Kuurut dada berulang
Hanya karena aku sayang kepada diriku

 

 

Bandar Lampung, September 2015

  • Bagikan