Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Lagi, 16 Mobil Dinas Pejabat Lampura tak Muncul pada ‘Apel Mobil Dinas’

Lagi, 16 Mobil Dinas Pejabat Lampura tak Muncul pada ‘Apel Mobil Dinas’

60
BERBAGI
Kepala BPKA Lampung Utara, Desyadi didampingi Kepala Bidang Investasi Aset, A. Riskal Fistiawan menjelaskan hasil apel mobil dinas di hari terakhir
Kepala BPKA Lampung Utara, Desyadi didampingi Kepala Bidang Investasi Aset, A. Riskal Fistiawan menjelaskan hasil apel mobil dinas di hari terakhir, Kamis (19/11/2020).

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi–Sebanyak 16 unit mobil dinas milik Pemkab Lampung Utara kembali tidak dihadirkan oleh pemegang kendaraan dalam apel mobil dinas hari terakhir, di pelataran parkir Stadion Sukung Kotabumi, Kamis (19/11/2020). Rinciannya, empat unit dalam keadaan rusak dan 12 sedang digunakan untuk melayani masyarakat.

“Dari 183 unit yang dijadwalkan, 167 hadir dan16 unit belum dihadirkan,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Lampung Utara, Desyadi usai kegiatan.

Kendati demikian, alasan ketidakhadiran ke-16 unit mobil dinas itu terbilang masuk akal. Alasan pertama karena sedang digunakan untuk mengangkut sampah, dan alasan kedua karena sedang dalam keadaan rusak.

“Ke-12 mobil dinas pengangkut sampah itu akan dijadwalkan ulang untuk mengikuti apel dinas karena memang sedang digunakan untuk melayani masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Desyadi juga menjelaskan mengenai ketidakhadiran 92 unit mobil dinas pada apel mobil dinas di hari pertama. Menurutnya, dari 92 unit yang belum dihadirkan itu, 53 di antaranya terlihat dihadirkan. Yang belum hadir hanya 39 unit saja.

Ke-39 unit mobil dinas yang tidak hadir itu merupakan mobil ambulans. Mobil – mobil ambulans itu hadir di apel mobil dinas terakhir. Saat hari pertama, mobil ambulans itu sedang digunakan melayani masyarakat.

“Mobil – mobil ambulans itu dihadirkan dalam apel mobil dinas di hari terakhir ini,” kata dia.

Desyadi mengimbau kepada para pemegang mobil dinas untuk terus melakukan pemeliharaan terhadap mobil – mobil yang mereka pegang. Selain itu, surat – menyurat kendaraan juga harus tetap diperhatikan.

“Dalam apel mobil dinas masih didapati adanya mobil dinas yang mati pajak karena masih dalam proses,” terangnya.