Lagi, Ibu Hamil di Lamsel Ditolak Tiga Rumah Sakit saat akan Melahirkan karena Reaktif Covid-19

  • Bagikan
Karmila (32) yang baru pulang dari RS Airan Raya setelah melahirkan bayi perempuannya dan tengah menjalani isolasi mandi di rumahnya di Dusun Ponorogo, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.
Karmila (32) yang baru pulang dari RS Airan Raya setelah melahirkan bayi perempuannya dan tengah menjalani isolasi mandi di rumahnya di Dusun Ponorogo, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

Zanal asikin I Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Situasi pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, membuat banyak warga kesulitan untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit (RS). Hal ini dialami oleh Karmilia (32), seorang ibu hamil (bumil) istri dari Tukul (41), warga asal Dusun Ponorogo, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

BACA: Hasil Swab Antigen Reaktif, Ibu Hamil Ini Ditolak 6 Rumah Sakit Saat akan Melahirkan

Ini merupakan kasus kedua di Lamsel. Sebelumnya, pada Jumat, 16 Juli 2021 lalu, seorang ibu hamil warga Dusun Rancasadang, Desa Banjarsuri, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan  juga ditolak enam rumah sakit saat akan melahirkan. Perempuan bernama Martini (36) akhirnya melahirkan di RS Airan setelah beberapa jam menunggu di mobil di halaman parkir RS tersebut.

Informasi yang diterima teraslampung.com, kondisi kandungan Karmila, memasuki usia 10 bulan. Berdasarkan hasil USG, bayi dalam kandungan Karmila besar sehingga tidak mungkin dilahirkan secara normal.

Ketika sudah merasa hendak melahirkan, Karmila dibawa keluarganya ke salah satu klinik persalinan di Kalianda. Di Klinik tersebut, Karmila dilakukan rapidtes antigen terlebih dahulu dan hasilnya reaktif Covid-19. Lalu keluarganya disarankan untuk membawa Karmila ke RSUD Bob Bazar.

Seperti yang dialami Martini,  Karmila ditolak RSUD Bob Bazar dengan alasan ruangan penuh dan oksigen tidak ada menjelang persalinannya.

Selanjutnya, Karmila dibawa keluarganya ke Bandarlampung. Beberapa rumah sakit di Bandarlampung didatangi Karmila dengan harapan ia bisa melahirkan dengan pertolongan dokter dan dengan alat kesehatan lebih lengkap. Karmila antara lain mendatangi RS Immanuel Bandarlampung dan Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM). Di dua rumah sakit itu Karmila ditolak dengan alasan yang sama: ruangan penuh dan oksigen tidak ada.

Setelah menunggu selama 19 jam menjelang persalinannya, akhirnya keajaiban itu datang dan Karmila mendapat penanganan medis di RS Airan Raya Jatiagung, Lampung Selatan. Karmila pun melahirkan bayinya dengan selamat dan secara normal tanpa harus menjalani operasi caesar.

Rini, adik ipar Karmila, saat dikonfirmasi teraslampung.com mengungkapkan bahwa  sebelumnya ia bersama keluarga membawa kakak iparnya Karmila yang mau melahirkan itu ke bidan Zubaidah di daerah Perumnas Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Selasa (27/7/2021) malam lalu.

“Di tempat bidan ini Mbak Karmila diperiksa kandungannya. Hasil USG, katanya banyinya besar dan beratnya sekitar 4,5 Kg dan tidak memungkinkan melahiran secara normal dan kami disarankan untuk membawa mbak saya Karmila ke Kalianda,”kata Rini, Sabtu (31/7) sore.

Malam itu juga sekitar pukul 21.00 WIB, kata Rini, Ia bersama keluarga langsung berangkat ke Kalianda yakni di Klinik bersalin dr. Marsuzki. Sempainya di Klinik tersebut, petugas mengecek kondisi kehamilan kakak iparnya dan juga dilakukan rapidtes antigen, hasilnya dinyatakan reaktif Covid-19 meski kondisi Karmila dalam kondisi sehat dan tanpa gejala (OTG).

“Karena di klinik ini dokter bedah yang biasa menangani pasien operasi melahirkan sedang tidak ada, kami disarankan untuk ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda. Saat itu juga, saya dan keluarga membawa mbak Karmila ke RSUD Bob Bazar sembari membawa surat hasil rapidtes antigen,”ujarnya.

Ditolak Beberapa Rumah Sakit

Rini kembali menceritakan, setelah dari klinik bersalin, malam itu juga kami ke RSUD Bob Bazar dan membawa surat hasil rapid test antigen Karmila. Petugas RSUD Bob Bazar sempat memeriksa kandungan Karmila, katanya sudah bukaan dua. Namun,  pihak RSUD Bob Bazar menolak persalinan mbak Karmila, alasannya ruangan penuh dan tidak ada stok oksigen.

“Selain ruangan penuh dan tidak ada oksigen, petugas juga bilang kalau disini (RSUD bob Bazar) nggak ada kamar operasi khusus pasien Covid dan juga nggak ada ruangan untuk isolasi jadi harus ke rumah sakit besar,” katanya.

Petugas RSUD Bob Bazar kemudian menyarankan Karmila dibawa ke rumah sakit di Bandarlampung atau RS Airan Raya.

“Saat itu, Mbak Karmila sudah bukaan dua.Lalu kami minta surat rujukannya, tapi dengan pihak RSUD Bob Bazar tidak mau memberikan surat rujukan. Yang buat kami bingung dan aneh ya, kenapa petugas RSUD Bob Bazar ini minta sama kami kalau kami sudah sampai di RS di Bandarlampung atau RS Airan Raya, kami tidak boleh mengatakan bahwa kami dari RSUD Bob Bazar. Kami menurut saja, karena di pikiran kami yang penting Mbak Karmila bisa segera dapat perawatan,” kata Rini.

Armi, adik ipar Karmila, mengatakan setelah ditolak RS Bob Bazar malam itu juga keluarga membawa Karmila ke Kota Bandarlampung .

“Tiba di Bandarlampung sekitar pukul 02.00 WIB dinihari. Kami menuju ke RS Imanuel. Lagi-lagi pihak RS Immanuel menolak persalinan Mbak Karmila dengan alasan sama seperti di RSUD Bob Bazar Kalianda, yaitu ruangan penuh dan stok oksigen juga tidak ada.

“Karena ditolak, saat itu juga kami langsung ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM),”kata Armi.

Begitu sampai di RSUAM, hasilnya sama juga. Karmila ditolak untuk bersalin di RS Abdul Moeloek engan alasan ruangan penuh.

“Sudah ditolak, kami jugta dimarah-marahi oleh petugas RSUAM. Petugas itu bilang ‘Ini mau melahirkan kenapa kok dibawa ke sini (RSUAM)? Di RS ini kan banyak pasien Covid. Nanti kamu semua malah terular virus corona, apa mau? Mestinya ke RSUD Bob Bazar dulu. Kan disana juga ada fasilitasnya’,”kata Armi, menirukan ucapan petugas RSUAM.

Menurut Armi, petugas RSUAM kemudian  menanyakan kenapa bidan desanya tidak ikut mendapingi Karmila.

“Kami diminta untuk menghubungi bidan desa. Setelah menghubungi bidan desa, barulah petugas RSUAM memeriksa kandungan Mbak Karmila. Katanya kandungan Mbak Karmila belum bukaan dan kami diminta untuk membawa pulang menunggu satu minggu lagi. Kata petugas RSUAM ini, kalau memang nanti Mbak Karmila benar-benar sudah mau lahiran kami disuruh ke RSUD Bob Bozar dulu minta surat rujukannya baru nanti diterima di RSUAM,”katanya.

Di tengah kondisi kebingunannya karena mendapatkan penolakan dari beberapa rumah sakit, Karmila dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya sekitar pukul 06.00 WIB sembari menunggu ada keajaiban dan berharap adanya bantuan dari para pemangku kebijakan agar Karmila dan bayinya segera mendapat pertolongan medis.

“Di perjalanan pulang, kami semua hanya bisa sedih dan pasrah. Kok begini amat ya, mau lahiran saja susah ditolak RS sana-sini. bagaiman nasibnya ini, karena ini kan nyawa dua orang yang harus ditolong (ibu dan bayinya). Saya berpikir, apa memang begini ya nasib wong cilik selalu dibuat susah,”tandasnya.

Akhirnya Melahirkan Secara Normal

Rabu (28/7/2021) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, Karmila dibawa lagi oleh keluarganya ke RS Airan Raya di Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan dengan membawa dua buah tabung oksigen sebagai cadangan jika nanti pihak RS yang ditujunya itu tidak ada stok oksigen.

Bayi perempuan mungil yang baru dilahirkan Karmila (32), warga Dusun Ponorogo, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.
Bayi perempuan mungil yang baru dilahirkan Karmila (32), warga Dusun Ponorogo, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

Begitu sampai di RS Airan Raya Karmila dan keluarganya bisa bernapas lega. Mereka diterima dengan baik oleh pihak RS Airan Raya. Karmila langsung mendapatkan penanganan medis dan ditempatkan di ruangan bersalin.

“Kami sekeluarga merasa bersyukur dan terima kasih sekali, akhirnya mbak Karmila dapat petolongan medis di RS Airan Raya. Bahkan kami disambut baik sama petugas RS Airan Raya, tidak ditolak-tolak dan Mbak Karmila langsung masuk ruang perawatan,”ucap Rini lagi kepada teraslampung.com.

Rini mengatakan, begitu di rungan perawatan, hari itu juga sekira pukul 15.00 WIB mbak Karmila melahirkan secara normal tanpa harus operasi Caesar seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

“Alhamdulilah lahir normal dan sehat. Bayinya perempuan dan beratnya 3,4 Kg. Karena kondisi bayinya ini sedikit lemah dan keracunan air ketuban saat masih di kandungan, sementara ini banyinya masih dilakukan perawatan medis,”kata Rini.

Keluarga Karmila pun merasa lega, karena ibu dan banyinya selamat dan keduanya juga sehat. Selain itu juga, persalinan Karmila tidak harus dilakukan operasi caesar.

Kemudian Jumat (30/7/2021) sore kemarin, Karmila bisa dibawa pulang oleh keluarganya dari RS Airan Raya setelah pihak RS melakukan swab kedua terhadap Karmila untuk mengetahui lebih lanjut hasil yang sebelumnya Karmila dinyatakan reaktif Covid-19.

Sementara bayi yang baru dilahirkan Karmila, belum bisa dibawa pulang karena masih harus dilakukan perawatan medis agar kondisi sang bayi benar-benar kuat dan sehat. Saat ini, bayi Karmila ditunggu oleh adik ipar Karmila di RS Airan Raya. Pihak keluarga Karmila berharap, kondisi bayinya dalam keadaan baik dan sehat sehingga bisa segera dibawa pulang.

  • Bagikan