Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Lagi, Mayat Santri Ponpes Daarul Hikmah Kotabumi Ditemukan di Sungai

Lagi, Mayat Santri Ponpes Daarul Hikmah Kotabumi Ditemukan di Sungai

599
BERBAGI
Mayat Tafsiril Anam (16), santri pondok pesantren Daarul Khair yang tenggelam di aliran Way Sesah, Kotabumi, Lampung Utara akhirnya ditemukan, Sabtu (21/4/2018) sekitar pukul 22.30 WIB.
Mayat Tafsiril Anam (16), santri pondok pesantren Daarul Khair yang tenggelam di aliran Way Sesah, Kotabumi, Lampung Utara akhirnya ditemukan, Sabtu (21/4/2018) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kotabumi — Jenazah Tafsiril Anam (16), santri pondok pesantren Daarul Khair yang tenggelam di aliran Way Sesah, Kotabumi, Lampung Utara akhirnya ditemukan, Sabtu (21/4/2018) sekitar pukul 22.30 WIB.

Jenazah warga Desa Oganlima, Abung Barat Kabupaten Lampung Utara itu ditemukan mengapung di tengah sungai. Lokasi penemuan mayat berjarak sekitar 500 meter dari lokasi tenggelamnya Tafsiril bersama rekannya Aris Rismawan pada Jumat sore. Jenazah Aris ditemukan terlebih dulu pada Sabtu pagi.

“Jarak antara lokasi tenggelam dengan lokasi penemuan jenazah sekitar 500 meter,” tutur Untung, warga yang menemukan jenazah santri tersebut,

Penemuan jasad itu berawal dari upaya pencarian yang dilakukannya bersama warga lainnya dengan menggunakan perahu. Saat perahu yang mereka tumpangi melintas di dekat lokasi, pandangannya terpaku pada benda yang samar terlihat seperti kepala manusia di tengah sungai.

Benda yang tersangkut pada sebuah batang pohon kelapa yang melintang di tengah sungai itu terlihat bergoyang akibat derasnya sungai.

Untuk memastikan kecurigaannya itu benar adanya, ia mencoba meraih benda tersebut saat perahunya melintas di dekat lokasi. Karena belum yakin dengan yang dilihatnya, ia belum sempat bercerita dengan penumpang lainnya yang ada di atas perahu.

Begitu yakin dengan yang dilihatnya, ia mencoba meraih rambut dari jenazah itu. Sayang, perahu yang ditumpangi terus melaju karena sebelumnya ia memang belum menceritakan apa yang dilihatnya tersebut.

“Saya coba menarik rambutnya tetapi perahu kami berjalan terus. Untung saja, ada perahu di belakang kami,” kisahnya.

Jenazah korban segera dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Rencananya, almarhum akan disholatkan di pondok pesantren, tempatnya menimba ilmu sebelum dibawa ke rumah duka.