Beranda Hukum Kriminal Lagi, Pembobol Brankas Berisi Uang Rp 1, 5 Miliar Diringkus Polisi

Lagi, Pembobol Brankas Berisi Uang Rp 1, 5 Miliar Diringkus Polisi

476
BERBAGI

Seorang Oknum Polda Lampung Terlibat

Zainal Asikin/Teraslampung.com 

 Tersangka FT alias Mbah Pur saat dipapah petugas masuk ke ruang sel tahanan Mapolresta Bandarlampung, Minggu (24/5).

BANDARLAMPUNG–Setelah menangkap tiga pelaku spesialis pembobol brankas berisi uang Rp 1,5 miliar  milik Toko H. Amir di Rajabasa, Bandarlampung, beberapa waktu lalu, Tim Anti Bandit Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, meringkus FT alis Mbah Pur (50), warga Kedaton, Bandarlampung, Sabtu (23/5) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB. Polisi menagkap tersangka saat sedang melintas dijalan Sultan Agung, Way Halim, Bandarlampung.

Ketiga pelaku pembobolan brankas milik toko H. Amir yang berada di Rajabasa, Bandarlampung berhasil menggondol uang senilai Rp 5 juta, kartu ATM yang isi didalamnya senilai Rp 700 juta. Dari nilai uang tersebut, para pelaku telah menarik uang senilai Rp 300 juta sementara sisanya berhasil diblokir korban. Selain uang, surat-surat berharga lainnya yang berada di dalam brankas, dibawa oleh pelaku dan korban mengalami kerugian mencapai Rp1,5 miliar.

Dari ATM tersebut para pelaku telah menarik uang senilai Rp 300 juta sementara sisanya berhasil diblokir korban. Selain uang, surat-surat berharga lainnya yang berada di dalam brankas, dibawa oleh pelaku dan korban mengalami kerugian mencapai Rp1,5 miliar.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya menuturkan, sebelumnya Tim Anti Bandit Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung telah menangkap tiga tersangka spesialis pembobol brankas milk Toko H. Amir Rajabasa di lokasi berbeda, yakni di wilayah Gedongtattaan, Kabupaten Pesawaran dan Bandarlampung, pada Jumat (27/3) lalu sekitar pukul 05.00 WIB.

Ketiga pelaku yang ditangkap lebih dulu adalah, Fedri Handoko (34) warga Gang Mawar Jalan Imam Bonjol, Tanjungkarang Barat, Eko Irwanto alias kelik (45) warga Jalan Badarudin, Gang Damai, Tanjungkarang Barat dan Joko (30) warga Gang Kulit, Tanjungkarang Barat.

Saat akan ditangkap, ketiganya melakukan perlawanan aktif, sehingga petugas menghadiahi ketiganya dengan timah panas di kakinya.

“Dari keterangan mereka, yang menyebutkan bahwa ada salah satu tersangka lagi berinisial FT alias Mbah Pur. Dari keterangan itu, petugas terus memburu FT alias Mbah Pur yang ikut terlibat dalam pembobolan brankas Toko H. Amir,”kata Dery kepada wartawan, Minggu (24/5).

Di antara tiga pelaku yang ditangkap, menurut salah seorang sumber, diduga ada keterlibatan salah seorang oknum anggota polisi berpangkat Briptu dengan inisisal F yang bertugas di bagian Provost Polda Lampung. Namun, oknum tersebut telah diserahkan oleh petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, ke bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pantauan teraslampung.com, terlihat ada beberapa anggota provost dari Polda dan Polresta berada di dalam ruang Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras). Kedatangan anggota provost tersebut, disinyalirakan memngambil Briptu F dan membawanya ke Mapolda.

Menurut Dery, pada saat akan dilakukan penangkapan dirumahnya, tersangka FT alias Mbah Pur berhasil lolos. Petugas sudah beberapakali akan melakukan penggrebekan dan penangkapan di beberapa tempat persembunyiannya, namun tersangka tidak dapat ditemukan. Hingga akhirnya, tersangka FT alias Mbah Pur berhasil ditangkap saat sedang melintas di Jalan Sultan Agung, Way Halim, pada Sabtu (23/5) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya menunjukkan barang bukti tang besar atau gunting besi dan linggis yang digunakan tersangka Mbah Pur membobol brankas toko H. Amir Rajabasa.

“Saat akan ditangkap, tersangka Mbah Pur melakukan perlawan aktif kepada petugas dan berusaha melarikan diri. Sehinga petugas menghadiahi timah panas di kakinya, tersangka memang sangat licin dan selalu berhasil kabur saat akan ditangkap. Untuk barang bukti yang diamankan, satu buah tang atau gunting besi besar dan satu buah linggis,”tuturnya.

Berdasarkan dari keterangan tersangka, Dery menjelaskan, saat menjalankan aksinya Mbah Pur dan ketiga tersangka lainnya menggunakan kendaraan mobil dan membawa peralatan seperti tang atau gunting besi besar, linggis dan pisau.

Saat melakukan pencurian, mereka  menggunting gembok atau rantai kemudian mendongkel menggunakan linggis, tang atau gunting besi besar lalu membawa brankas beserta isinya.

Peran dari tersangka FT alias Mbah Pur, sambung Dey, tersangka yang membawa dan menyiapkan peralatan, seperti tang atau gunting besi besar dan linggis. lalu memantau keadaan sekitar, dan membantu melakukan pembobolan dengan menggunting gembok tersebut.

Dari hasil kejahatannya, tersangka mendapatkan bagian uang sebesar Rp 8 juta dan uangnya sudah habis digunakan oleh tersangka.

“Dari pengakuannya, baru dua kali melakukan pencurian pembobolan brankas di toko yang berada di wilayah Rajabasa. Namun berdasarkan catatan kepolisian dan beberapa TKP lain yang ada di wilayah Bandarlampung, tersangka lebih dari dua kali melakukan pencurian dan pembobolan brankas. Mbah Pur ini merupakan residivis kasus pencurian motor dan mobil pada tahun 2004-2005 silam, dan menjalani hukuman di Lapas Way Hui,”jelasnya.

Pasal yang disangkakan untuk menjerat tersangka, Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Ketika disinggung pada saat penangkapan terhadap ketiga pelaku sebelumnya, ada salah satu pelaku oknum provost Polda yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut, Dery membantah, bahwa pihaknya hanya menangkap tiga orang tersangka spesialis pembobol brankas toko H. Amir tidak ada tersangka lain atau adanya oknum yang dimaksud.

Diberitakan sebelumnya, polisi awalnya melakukan penangkapan tersangka Fedri Handoko (34) di rumah kontrakannya di wilayah Gedong Tataan, Pesawaran, pada Jumat (27/3) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Berdasarkan  keterangan Handoko, ada tersangka lain yang ikut terlibat yakni, Eko Irwanto alias Kelik (45) dan Joko (30). Keduanya ditangkap dirumahnya di Bandarlampung, pada jumat (27/3) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Polisi menyita barang bukti yang digunaan pelaku saat menjalankan aksinya yakni, satu buah linggis, gunting besi dan pisau dan beberapa lembar pakaian hasil curian.

Dari ketiga pelaku yang ditangkap, menurut salah seorang sumber, diduga ada keterlibatan salah seorang oknum anggota polisi berpangkat Briptu dengan inisisal F yang bertugas di bagian Provost Polda Lampung. Namun, oknum tersebut telah diserahkan oleh petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, ke bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pantauan teraslampung.com, pada Minggu petang (24/5) terlihat ada beberapa anggota Provost dari Polda dan Polresta berada didalam ruang Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras). Kedatangan anggota provost tersebut, disinyalirakan “mengambil: Briptu F dan membawanya ke Mapolda.

Loading...