Beranda Ekbis Bisnis Lagi, Petambak Mandiri Bumi Dipasena Tambah Ekskavator Baru

Lagi, Petambak Mandiri Bumi Dipasena Tambah Ekskavator Baru

591
BERBAGI
Eskavator baru milik P3UW yang dibeli secara gotong royong oleh para petambak dengan cara iuran Rp 1.000/kg udang yang dihasilkan petambak. Dengan pembelian eskavator ini berarti para petambak mandiri di Bumi Dupasena kini memiliki lima eskavator yang bisa dipakai untuk merevitalisasi tambak. (Foto: Ist)

Teraslampung.com — Siang ini (8/1/2015) satu unit ekskavator  baru milik ribuan petambak melintas di jalan lintas Sumatra dari Bandarlampung menuju areal pertambakan Bumi Dipasena di pesisir Kabupaten Tulangbawang.

Itu adalah eskavator kelima yang dibeli para petambak secara gotong rotong. Seperti  empat unit ekskavator sebelumnya yang dipasangi spanduk besar sehingga menarik perhatian para pengguna jalan di sepanjang lintas yang dilaluinya. Dalam spanduk tersebut dituliskan “Eskavator ini milik petambak Dipasena yang dibeli tunai dari swadaya masyarakat Rp1.000 /kg ha udang”.

Meski usaha budidaya udang sedang terpuruk,akibat turunnya harga dan tingginya biaya kebutuhan produksi masyarakat dikecamatan rawajitu timur tak surut dalam membebahi infrastrultur kampung halamannya.

Menurut Nafian Faiz, ketua P3UW  (Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu) Lampung. pembelian eskavator P3UW 05 itu agar  mempercepat proses pengerjaan revitalisasi mandiri di Bumi Dipasena sekaligus melengkapi kelima ponton baja yang baru saja mereka rampungkan.

“Selain harga udang yang murah serta biaya produksi makin tinggi, saat ini budidaya udang pun seperti di anak tirikan oleh pemerintah pusat. Namun, dengan persatuan kami yakin masih mampu untuk mewujudkan cita-cita membangun Dipasena,” tambah Nafian.

Akhir – akhir ini kebijakan pemerintah terhadap perikanan budidaya memang belum terlihat, Hal ini tak hanya menjadi keluhan petambak di Dipasena, tetapi juga seluruh pembudidaya di Indonesia.

Para pembudidaya udang  berharap Kementrian Kelautan dan Perikanan di bawah pimpinan Susi Pudjiastuti dapat segera membantu keberlangsungan usaha mereka.

Baca Juga: Tanpa PT CP Prima, Petambak Dipasena Bisa Berproduksi

Loading...