Beranda Hukum Kriminal Lagi, Polda Lampung Tembak Mati Dua Gembong Curat-Curas-Curanmor

Lagi, Polda Lampung Tembak Mati Dua Gembong Curat-Curas-Curanmor

648
BERBAGI
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Heri Sumarji (baju biru) bersama Kaniy III Jatanras, Kompol Irwan Yuli (kiri) saat menunjukkan barang bukti yang disita dari dua gembok pelaku C3 asal Lampung Timur yang ditembak mati, Jumat (3/3/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tim khusus anti bandit (Tekab) 308 Polda Lampung, menembak mati dua buronan (DPO) gembong pelaku C3 (curat, curas dan curanmor) sadis yang kerap beraksi menggunakan senjata api. Polisi menembak mati kedua tersangka tersebu, saat penggrebekan di rumah keduanya masing-masing, Kamis (2/3/2017) lalu sekitar pukul 04.00 WIB.

Kedua tersangka yang ditembak mati tersebut adalah, Minak Raden alias Erwin warga Dusun V, Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Lampung Timur dan Riki warga Desa Tebing, Kecamatan Melinting, Lampung Timur.

Direktur Reserse Kriminal Polda Lampung, Kombes Pol Heri Sumarji mengatakan, petugas memberikan tindakan tegas dengan menembak mati kedua tersangka, karena kedua tersangka melakukan perlawanan saat dilakukan penggrebekan di rumah mereka masing-masing.

“Saat akan ditangkap, adanya perlawanan dari tersangka Minak Raden dan Riki. Kedua tersangka, menembaki petugas dengan senjata api,”ujarnya saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (3/3/2017) malam.

Dikatakannya, tersangka Minak Raden dan Riki yang tewas ditembak mati ini, tercatat sudah sekitar 15 kali melakukan aksi curat, curas dan curanmor (C3) di beberapa TKP di wilayah Lampung. Saat melakukan akisnya, kedua tersangka selalu menggunakan senjata api dan tidak segan-segan melukai korbannya.

“Minak Raden dan Riki, merupakan spesialis pelaku C3 khusunya curas kendaraan mobil. Modusnya, dengan cara mencegat korban di tengah jalan, mengancam korban pakai senjata api lalu merampas mobilnya,”ungkapnya.

Foto jasad Minak Raden dan Riki yang ditembak mati Tim Tekab 308 Polda Lampung.

Menurutnya, dari salah satu aksinya pencurianya, korban meninggal dunia setelah ditembak dengan komplotan tersangka saat merampas mobil korban. Bahkan tersangka juga, pernah menodong seorang anggota polisi di Lampung Timur.

“Tersangka Minak Raden ini, adalah residivis kasus yang sama dan ditetapkan sebagai DPO sejak 2014 silam,”terangnya.

Dari penggrebekan tersebut, barang bukti yang berhasil disita petugas diantaranya dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver, enam butir amunisi aktif, tiga butir selongsong peluru kaliber 9 mm, dua unit sepeda motor jenis Honda, satu buah obeng, kunci letter T dan tiga pasang spion motor.

Selanjutnya, kata Heri Sumarji, petugas melakukan penggrebekan di rumah tersangka lainnya yang masih satu jaringan komplotan Minak Raden Cs di Desa Asahan, Jabung, Lampung Timur.

Dari penggrebekan tersebut, dua tersangka lain bernama Deka dan Abas berhasil melarikan diri.

“Deka dan Abas berhasil melarikan diri setelah mengetahui kedatangan petugas. Saat digrebek, keduanya sedang bermain judi remi,”jelasnya.

Dari rumah Abas, petugas menyita barang bukti satu unit motor Yamaha Vixion warna hitam tanpa plat nomor kendaraan dan dua bilah senjata tajam jenis golok dan badik.

“Petugas masih melakukan pencarian tersangka Abas dan Deka, selain itu juga memburu penadah barang hasil curian bernama Ilham,”pungkasnya.