Beranda News Lagi, Polisi Sita 36 Ribu Liter BBM Ilegal di Telukbetung

Lagi, Polisi Sita 36 Ribu Liter BBM Ilegal di Telukbetung

315
BERBAGI
Mobil pembawa minyak mentah ilegal yang diamankan polisi, Selasa (19/8). Foto: Teraslampung.com/Zaenal.

Zainal Asikin| Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Tim Gabungan dari Polsek Telukbetung Selatan dan Polresta Bandarlampung menggerebek sebuah gudang yang dijadikan tempat penyimpanan minyak mentah jenis solar di Jalan Hasanuddin (Pasar Kangkung), Kelurahan Kupang Kota, Telukbetung Selatan, Selasa (19/8) sekitar pukul 13.30 WIB.

Minyak mentah berasal dari wilayah Palembang, Sumatera Selatan, itu rencananya akan dikirim menggunakan mobil tangki bermuatan  36.000 liter ke wilayah Tangerang, Banten.

Pantauan  teraslampung.com di di gudang Mapolresta Bandarlampung menunjukkan, terdapat barang bukti dua unit mobil tangki Plat nomor Mobil B 9084 CFU dan B 9078 CFU dengan kapasitas isi minyak satu kendaraan 36 ribu liter. Polisi juga menahan enam orang di tempat penyimpanan minyak mentah. Yakni, yakni Paijo, Winoto (keduanya sopir mobil), Perdi, Robi (kenek mobil), Bayu Hamid  (warga Bogor),  dan Joko (warga Medan). Bayu dan Joko memang bekerja di gudang tempat penimbunan minyak mentah tersebut.

Menurut keterangan Bayu Hamid (32), gudang tempat penyimpanan miyak mentah tersebut adalah milik Muasim. Minyak mentah berasal dari Palembang itu dimasukkan ke dalam bebeberapa jerigen besar bentuk kotak dengan kapasitas masing-masing 1.000 liter. Selanjutnya, dibawa ke wilayah lampung menggunakan kendaraan mobil L300 dan mobil truk. (Baca:  Polisi Amankan Ribuan Liter BBM Ilegal)

Setelah sampai di Lampung (di gudang milik Muasim), minyak mentah itu dipindahkan ke dalam mobil tangki besar kapasitas 36.000 liter. Rencananya minyak itu akan dikirim ke Tangerang pada malam hari.

Tersangka dibawa ke Polresta Bandarlmpung bersama sejumlah barang bukti. (Teraslampung.com/Zaenal)

“Saya bekerja di gudang itu belum lama, baru sekitar tiga bulan yang lalu, bersama rekan saya Joko (28). Tugas saya dan Joko awalnya sebagai tukang bersih-bersih gudang. Lalu bos saya Muasim, meminta saya dan Joko untuk memindahkan minyak mentah itu dari jerigen besar yang dimuat pakai mobil L300 dan truk sedang (engkel) untuk dimasukkan ke dalam mobil tangki. Setelah selesai memindahkan minyak, saya mendapat upah sebesar Rp 250 ribu,” kata Hamid kepada Teraslampung.com, Selasa (19/8).

Sementara Perdi (kenek) mengaku  tidak mengetahui secara persis asal-usul minyak tersebut. mengenai hal tersebut. “Saya baru saja datang dari Tangerang kemarin malam. Saya hanya ikut  sopir. Saat digrebek polisi digudang itu, saya sedang tidur. lalu saya bersama Robi dan dua orang yang pekerja gudang,” kata Perdi.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, mengatakan gudang penyimpanan minyak mentah tersebut letaknya di sekitar Pasar Kangkung, Kelurahan Kupang Kota, Telukbetung Selatan, tepatnya di depan rumah duka (tempat kremasi).

“Para saksi masih diperiksa. Kami akan selidiki siapa pemiliknya,” kata Dery.