Beranda Ruwa Jurai Lampung Tengah Lagi, Rapat Paripurna DPRD Lamteng Mulur

Lagi, Rapat Paripurna DPRD Lamteng Mulur

274
BERBAGI
Supriyanto/Teraslampung.com
Rapat Paripurna DPRD Lampung Tengah dengan agenda penyampaian rekomendasi LKPJ Bupati Lampung Tengah tahun anggaran 2014 dan Raperda Lampung, Senin (25/5/2015).
GUNUNGSUGIH- Perilaku buruk kembali
ditunjukkan anggota DPRD Lampung Tengah, rapat paripurna yang digelar Senin
(25/5) kembali mulur tanpa jelas alasannya. Rapat yang diikuti oleh 42 anggota
DPRD dari 50 orang tersebut sesuai rencana dimulai pukul 9.30, namun akibat
kurang disiplinnya sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah, rapat baru bisa
dimulai pukul 11.30 WIB.
Rapat paripurna dimaksud, terkait
dengan Penyampaian Remomendasi LKPJ Bupati Lampung Tengah tahun anggaran 2014,
lalu Persetujuan Raperda Lampung Tengah tentang Pemilihan Kepala Kampung, serta
Persetujuan Raperda Kabupaten Lampung Tengah tentang perubahn Perda No.2 tahun
2011 tentang Bea Peroleh Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Bupati Lampung Tengah H.Ahmad Pairin,
S.Sos, menilai positif terhadap berbagai kritikan dan tanggapan anggota DPRD Lampung Tengah terhadap Laporan
Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Lampung Tengah Tahun Anggaran  2014 yang telah sampaikan beberapa waktu yang
lalu.
”Kami menilai sangat positif atas kritikan dan tanggapan anggota Dewan, karena dilandasi oleh niat baik serta rasa tanggungjawab terhadap
masyarakat. Hal ini merupakan wujud semakin berkembangnya demokrasi dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara,”kata Bupati, Senin (25/5) di Gunungsugih.
Berbagai kritik dan tanggapan Panitian
Khusus (Pansus) DPRD Lampung Tengah tentang Laporan Keterangan
Pertanggungnjawaban (LKPJ) Bupati Lampung Tahun Anggaran 2014, yang  disampaikan ketua Pansus  Anang Hendra  Setiawan,
disambut positif oleh Pairin.
Menurut Pairin, terkait kritikan
dewan terhadap perhitungan
pendapatan agar dilaksanakan lebih cermat,
pihaknya telah melakukan sesuai dengan potensi yang ada, sehingga
realisasinya hampir mendekati 100 persen. Pada
akhirnya tidak mengganggu
pengelolaan keuangan daerah.
Dijelaskannya, Pemerintah kabupaten Lampung Tengah telah melakukan
pengawasan serta pemberian reward dan sanksi terhadap pengelola pendapatan
daerah. Hal ini, dilaksanakan secara rutin dan ke depan akan terus diupayakan sehingga
pendapatan daerah dari tahun ke tahun semakin meningkat.
”Perencanaan dan
penganggaran telah kami laksanakan dengan cermat, dan akan terus diupayakan,
serta akan menjadi perhatian
kami dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran dimasa yang akan datang,”tegas Bupati.
Terkait dengan bidang
pendidikan agar dievaluasi tentang usulan program/ kegiatan, menurut Bupati, akan menjadi bahan evaluasi
dan akan disesuaikan dengan
ketentuan perundangan dan skala prioritas.
Termasuk sosialisasi bahaya narkob yang bekerjasana dengan Kepolisian dan Badan
Narkotika Nasional (BNN).
”Selama ini sudah kami
laksanakan kerjasama dengna kepolisian dan BNN, ke depan akan lebih ditingkatkan guna mencegah peredaran narkoba di
Kabupaten Lampung Tengah,”katanya.
Bupati juga berjanji akan melakukan evaluasi terhadap pemerataan penempatan
guru, sehingga upaya  pemerataan guru  di Lampung Tengah dapat terwujud. Dia juga
akan mempertimbangkan usulan dewan terkait pemberian honor bagi guru terpencil
agar sesuai dengan honor pegawai tidak tetap harian lepas (PTHL), tentunya disesuaikan
dengan kondisi dan kemampuan keuangan daerah.
Pemerintah daerah,kata Pairin, juga akan melakukan berbagai
terobosan terhadap peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulau
Raya, hal ini telah menjadi komitmen Pemerintah Daerah kedepan akan terus mengupayakan
agar pelayanan rumah sakit menjadi lebih baik dan profesional.
Pendataan ulang
sumur bor, lampu penerangan jalan umum, dan perizinan pertambangan, tak luput dari sorotan anggotan dewan.  Dewan
juga minta agar nilai investasi
sektor industri lebih ditingkatkan.
”Terkait dengan
komoditas ekspor berupa bahan olahan bukan bahan mentah, hal ini terus
diupayakan dan komoditas ekspor yang berasal dari Kabupaten Lampung Tengah
berupa produk olahan,”katanya.
Usulan dewan agar melakukan perencanaan dibidang pekerjaan umum
agar lebih cermat, sesuai dengan skala prioritas dengan memperhitungkan waktu, menurut Pairin akan menjadi bahan
evaluasi dalam proses perencanaan teknis dan penganggaran di bidang Pekerjaan Umum dimasa yang akan datang.
”Di bidang pengairan telah
dianggarkan untuk rehabilitasi dan pemeliharaan  jaringan irigasi. Sedang
terkait dengan peningkatan kualitas pekerjaan
pembangunan infrastruktur jalan
akan menjadi
perhatian kami. Pihak ketiga yang perkerjaan tidak baik agar di-black list, juga akan menjadi perhatian dan bahan kajian kami,”tandas Bupati.

Loading...