Lagi, Seekor Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh

  • Bagikan
Bangkai gajah ditemukan di Alue Meuraksa Kecamatan Teunom, Aceh Jaya. (Foto: Atjehpost.co)

BANDA ACEH, Teraslampung.com– Seekor gajah betina ditemukan tewas di kawasan Alue Meuraksa pedalaman Kecamatan Teunom, Aceh Jaya. Penyebab kematian binatang dilindungi itu belum diketahui pasti.

“Benar, seekor gajah betina ditemukan mati di hutan tapi belum tau penyebabnya,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Aceh Jaya, seperti dilansir atjehpost.co, Rabu, 19 November 2014.

Ia mengatakan telah menyurati Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh terkait kematian binatang bertubuh raksasa itu. Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data Forum Konservasi
Gajah Indonesia tahun 2014, dari 56 habitat gajah sumatra (Elephas Maximus Sumatranus) di Sumatra, 13 di antaranya tak lagi ditemukan populasi gajah alias diduga punah. Status keberadaan gajah di sebelas habitat lainnya dinyatakan kritis dan dua lainnya di ambang kritis. Penyebab kepunahan gajah dari habitat alaminya itu disinyalir dibunuh atau mati karena ruang geraknya kian menyempit dan kekurangan makanan.

Kondisi seperti itu terjadi di enam habitat gajah di Riau, tiga lokasi di Sumatra Selatan, dua lokasi di Jambi, dan masing-masing satu lokasi di Bengkulu dan Sumatra Barat. Habitat gajah di Jambi terfragmentasi parah sehingga mengacaukan pergerakan sejumlah kelompok satwa liar itu.

 “Terjadi perubahan perilaku dan pola pakan karena habitatnya berubah menjadi kebun sawit, karet, dan akasia,” kata Ketua Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI) Krismanko Padang, di Jambi, Senin, 17 November 2014.

Kalangan ahli dan konservator satwa memprediksi ancaman kepunahan gajah sumatra di depan mata. Tanpa penyelamatan hutan tersisa, gajah sumatra dipastikan lenyap hanya dalam 10 tahun ke depan.

Sumber: atjehpost.co 

  • Bagikan
You cannot copy content of this page