Beranda Seni Lamban Sastra Gelar Pekan Puisi 2019 Ramaikan HPI

Lamban Sastra Gelar Pekan Puisi 2019 Ramaikan HPI

61
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS akan menggelar Pekan Puisi 2019, 20-30 September mendatang.

Menurut Direktetur Lamban Sastra, Agusri Junaidi, efektivitas kegiatan merayakan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2019 ini, dimulai 20 September hingga 28 September 2019.

Acara dipusatkan di panggung seni Lamban Sastra, Jalan Raden Saleh, Tanjungsenang, Bandarlampung pukul 19.30 hingga selesai.

“Kecuali peluncuran dan diskusi buku ‘Legenda Krakatau’ karya Syaiful Irba Tanpaka dimulai pukul 14.00 sd. 17.00 pada Sabtu, 28 September 2019,” jelas Agusri didampingi wakil sekretaris Muhammad Alfariezie, Jumat (23/8).

Masih kata Agusri yang juga akan meluncurkan buku puisi pertamanya, Pekan Puisi 2019 ini beragam materi sudah disiapkan.

Seperti, imbuh dia, Baca Puisi Penyair dan Mantan Juara Baca Puisi Lampung, 3 Penyair 1 Panggung, Jamus Kalimosodo Cak Syamsul Arifien, musikalisasi puisi Teras Cahaya Universitas Teknokrat Indonesia dan beberapa perguruan tinggi atau komunitas yang lagi dikonfirmasi.

“Lalu peluncuran buku puisi ‘Monolog di Tengah Salju’ Priska Putri Asmiranti (Jakarta) dilanjutkan baca puisi dan diskusi bersama Isbedy Stiawan ZS, pengampu Lamban Sastra,” jelas Agusri.

Ia mengharapkan, Pekan Puisi 2019 ini dapat dihadiri para seniman (sastrawan) Lampung, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

“Karena kegiatan ini sebagai bentuk perayaan Hari Puisi Indonesia yang dideklarasikan di Pekambaru beberapa tahun silam. Bahkan paus sastra Lampung salah satu deklarator,” imbuh dia.

Agus melanjutkan, Pekan Puisi 2019 adalah kegiatan kedua yang dilaksanakan Lamban Sastra.

“Sebelumnya pada 3 Agustus lalu adalah Politisi Baca Puisi: Membaca Kembali Indonesia,” katanya.

Sementara pengampu Lamban Sastra, Isbedy Stiawan ZS, berharap kegiatan ini menjadi momentum berkumpulnya para seniman Lampung, sebagai ruang silaturahim sesama seniman demi membangun kesenian di daerah ini.

“Saya kira ini terbuka untuk umum. Bisa datang tanpa bawa undangan, bisa tampil sesuai jadwal dan keinginan masing-masing. Kecuali yang sudah terjadwal, ada hari-hari kosong yang dapat di isi,” ucap sastrawan berjuluk Paus Sastra Lampung itu.

Loading...