Beranda Seni Sastra Lamban Sastra Isbedy Gelar Baca Puisi Tunggal Paus Sastra Lampung Feat N...

Lamban Sastra Isbedy Gelar Baca Puisi Tunggal Paus Sastra Lampung Feat N Gede

36
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS akan menggelar Baca Puisi Tunggal Paus Sastra Lampung, Isbedy Stiawan ZS, 27 September 2019 mendatang.

Pentas yang akan digelar di di Lamban Sastra Jl Raden Saleh, Tanjung Senang, 27 September 2019 pukul 20.00 hingga selesai itu merupakan  kolaborasi penyair dan musisi Lampung.

Paus Sastra Lampung ini akan membacakan puisi-puisinya dari buku puisi Alamat Rindu Dikutuk Rindu (Siger Publisher, 2019)

Acara yang digelar Lamban Sastra ini serangkaian Pekan Puisi merayakan Hari Puisi Indinesia 2019.

Dikatakan Direktur Lamban Sastra, Agusri Junaidi, sedikitnya Iabedy akan membacakan 15 puisi dari buku teranyarnya tersebut. “Jadi pembacaan puisi yang spektakuler. Sangat lama ia tak naik panggung,” kata Agusri didampingi sekretarisnya Syaiful Irba Tanpaka.

Sementara Isbesy menambahkan, puisi-puisi dalam bukunya berkisah kerinduan. “Rindu bisa pada Illahi dan juga pada sesama,” katanya.

Alamat Rindu Dikutuk Rindu menghimpun puisi-puisi pengampu Lamban Sastra yang ditulis 2016-2018. Sebuah puisi pendek sarat makna, seperti ini: kalau aku sembilu/siapa berdarah//kalau kau rindu/apa malam akan hijrah. (Puisi “Kalau Aku Sembilu Kalau Kau Rindu, 2018).

Selain puisi tersebut yang dibacakan, Isbedy akan memilih 14 puisi lain yang siap dihadirkan. Ia akan didukung N Gede yang akan mengiring musik.

N Gede nama lain Enfus Alrafi Gd akan mengaransemen beberapa puisi Isbedy ke dalam musik dan dinyanyikan.

Musisi Lampung itu akan pula mengiringi dengan musik saat Isbedy membaca puisi.

Kehadiran Isbedy di panggung baca puiso tunggal ini adalah kedua kali sepanjang kepenyairannya. Pada 1999, Isbedy membacakan puisi Negeri Sepatu di Taman Budaya Lampung.

“Sudah sangat lama saya tak tampil tunggal. Ini mestinya dijadikan tradisi bagi penyair,” katanya.

Isbedy berharap, panggung tunggalnya dihadiri banyak pengunjung untuk menyaksikan peforma arts sastrawan senior Lampung ini.

“Karena ini tontonan langka, jadi sangat sayang kalau tak nonton. Apalagi gratis.”

Ia hanya menjual buku Alamat Rindu Dikutuk Rindu, dan Seseorang Keluar dari Telepon Genggam pada saat acara.

Loading...