Beranda Views Suara Publik Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS Prihatin terhadap Penganiayaan Pelukis Mural

Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS Prihatin terhadap Penganiayaan Pelukis Mural

36
BERBAGI
Seorang seniman mural korban para berandalan dirawat petugas RS Bhayangkara Bandarlampung.

Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS menyatakan prihatin atas musibah penganiayaan pelukis mural yang dilakukan sekelompok berandal, Minggu (15/9) dini hari.

Cara-cara kekerasan (premanisme) sangat tidak sesuai dengan budaya dan adab Indonesia. Karena itu, Lamban Sastra mengutuk keras perlakuan tersebut, dan meminta aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dan menindak sesuai hukum yang berlaku.

Kerja seniman adalah mulia. Ingin memperindah kota, khususnya underpass dan plyover. Oleh sebab itu, pecegahan dan pencekalan dengan cara-cara kekerasan sangat tidak manusia dan menyimpang dari nilai peradaban.

Tertanda:

Isbedy Stiawan ZS (pengampu)
Agusri Junaidi (direktur)
Syaiful Irba Tanpaka (Sekretaris)
Muhammad Alfa Riezie (Wakil Sekretaris)
Iberahim Bastari
Lukman Hakim
Erika Novalia Sani
Fitri Angraini Rofar
Nurmansyah
Jafar Fakhrurozi
Fajar Mesaz
Entua Alrafi Gd (pembina)

Loading...