Lambar Peringkat Pertama Keterbukaan Informasi, Mukhlis Basri Terima Kasih kepada Para Staf Pemkab

  • Bagikan
Bupati Lampung Barat Mukhlis menjawab pertanyaan wartawan tentang anugerah peringkat pertama di bidang keterbukaan informasi yang diperoleh Pemkab Lampung Barat dari Komisi Informasi Lampung, Rabu (15/12/2016).

BANDARLAMPUNG— Bupati Lampung Barat Muklis Basri mengaku bangga dan bersyukur karena Kabupaten Lampung Barat terpilih sebagai kabupaten dengan peringkat keterbukaan informasi terbaik tahun 2016.

“Saya mengucapkan syukur kepada Allah SWT dan terima kasih pada jajaran staf saya sehingga Kabupaten Lampung Barat meraih peringkat satu keterbukaan informasi. Ini artinya mereka sudah melaksanakan keterbukaan informasi. Sudah saya instruksikan dari dahulu jika berhadapan dengan wartawan, LSM tidak perlu takut karena kita menjalankan program pembangunan dengan baik dan benar,” kata Muklis pada acara Anugerah Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Badan Publik se-Provinsi Lampung 2016 , di Balai Keratuin Pemprov Lampung, Rabu (14/12/2016).

Menurut Muklis, semua dinas harus terbuka, mulai dari Bappeda, PU Bina Marga dan dinas lainnya.

“Supaya informasi itu lebih cepat diterima masyarakat agar masyarakat tahu apa yang kita lakukan  Hasil hasil pembangunan kita sampaiakan pada masyarakat melalui silaturahmi , koran, radio, dan aparat. Sekarang juga kami sudah punya wibsite , hanya ada kendala sedikit soal sinyalnya,” jelasnya.

Ketua Komisi Informasi Lampung, Dery Hendryan didampingi Ketua panitia pelaksana pemeringkatan badan publik Tahun 2016, Dr. As’ad Muzzammil, mengatakan bahwa untuk tahun ini KI Lampung melakukan penilaian terhadap tiga kategori badan publik yaitu SKPD se-Provinsi Lampung, BUMN/BUMD dan pemerintah Kabupaten/Kota.

“Diharapkan dengan adanya anugerah keterbukaan informasi ini, akan memacu seluruh badan publik di provinsi Lampung untuk bersungguh-sungguh dalam menerapkan prinsip keterbukaan informasi publik sesuai amanah UU Nomor 14 tahun 2008, sehingga era transparansi sebagai sebuah trend dapat dimanfaatkan sebagai momentum perbaikan menuju good governance dan clean governance,” kata Dery.

Mas Alina Arifin

  • Bagikan