Lampu Jalan Dimatikan, Para Pengendara di Bandarlampung Mengeluh

  • Bagikan
Lampu jalan padam di Bandarlampung pada masa PPKM Darurat.
Lampu jalan padam di Bandarlampung pada masa PPKM Darurat.

TERASLAMPUNG.COM — Lampu penerang jalan di sejumlah titik di pusat keramaian dan jalan protokol di Kota Bandarlampung dimatikan sejak hari ketika pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Kamis,15 Juli 2021.

Bundaran Tugu Adipura dan Bundangan Tugu Pengantin atau Bundaran Lungsir yang biasanya terang benderang menjadi terlihat lebih remang-remang. Cahaya di titik tersebut hanya bersumber dari lampu penerang banner atau baliho yang terpampang di sisi jalan di titik tersebut,

Suasana remang-remang karena tanpa lampu jalan juga tampak di Jalan Raden Intan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kartini, Jalan Teuku Umar, GOR Saburai, dan Jalan Layang Sultan Agung, dan beberapa ruas jalan lain di Bandarlampung.

Sampai saat ini, belum ada penjelasan dari otoritas Kota Bandarlampung maupun dari otoritas lampu jalan. Baik  Pemkot Bandarlampung maupun PLN Tanjungkarang mengaku tidak ada program pemadaman lampu jalan pada malam hari di Bandarlampung.

Kepala Bidang (Kabid) Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung Basyuni Ahyar pemadaman itu disebabkan perbaikan di beberapa gardu listrik. Namun, alasan ini agak aneh karena faktanya pemadaman tidak hanya satu malam.

“Tidak ada pemadaman lampu jalan tapi kita lagi ada perbaikan di beberapa gardu listrik ,sehingga terjadi pemadaman ruas jalan,”ujar Basyuni yang dihubingi via ponselnya.

Sementara itu, Manajer Komunikasi PLN UID Lampung Darma Saputra ketika ditanyakan soal pemadaman lampu jalan dia tidak mengetahuinya. Ia mengaku pihaknya justru menjaga agar pasokan listrik tetap terkendali selama masa PPKM Darurat.

Sejumlah pengendara mengeluhkan pemadaman lampu jalan yang tidak jelas siapa yang bertanggung jawab tersebut.

“(Pemadaman) Ini sepertinya mau meniru yang dilakukan di Malang (Jatim) dan beberapa kota di Jawa. Itu katanya dilakukan agar ketika diambil gambarnya dengan satelit kota tidak terang alias dianggap tidak ada keramaian. Padahal itu hanya fakta semu. Banyak orang yang dirugikan,” kata Iwan, warga Kedaton, Bandarlampung.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan