Beranda Ruwa Jurai Mesuji Lampung Fair 2015, Khamami Paparkan Program Pembangunan Mesuji

Lampung Fair 2015, Khamami Paparkan Program Pembangunan Mesuji

80
BERBAGI
Bupati Mesuji Khamami (kiri) di arena Lampung Fair 2015 di PKOR Way Halim Bandarlampung, Jumat malam (18/9/2015).

TERASLAMPUNG.COM–Di tengah kesibukannya mengikuti Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan (P3DA) IX Lemhannas RI di Jakarta, Bupati Mesuji, Khamami menyempatkan diri untuk tampil dalam wawancara program unggulan pimpinan daerah yang dihelat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Lampung, Jumat (18/09/2015) di arena Lampung Fair Tahun 2015, PKOR Way Halim, Bandar Lampung.

Pada kesempatan itu, Bupati Khamami memaparkan berbagai program pembangunan yang telah dilakukannya selama memimpin Mesuji.

Sesuai dengan tema penyelenggaraan Lampung Fair Tahun 2015 ini “The Innovation of Lampung”, berbagai inovasi telah dilakukannya bersama jajaran dalam membangun Mesuji.

Hal ini menurutnya mutlak diperlukan karena di tengah kemampuan yang tebatas, Pemerintah Daerah dituntut harus berpikir bagaimana menelurkan program-program yang inovatif, efektif, dan efisien. Program tersebut salah satunya adalah pelebaran jalan dan pembangunan jalan untuk membuka desa-desa terisolir dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mesuji secara Swakelola, yaitu dengan menggunakan alat-alat berat milik Pemerintah Kabupaten Mesuji.

“Hal tersebut dilakukan untuk efisiensi anggaran karena APBD Kabupaten Mesuji merupakan yang terkecil di Provinsi Lampung. Saat ini pelebaran jalan dengan ukuran lebar 6-20 meter telah dilakukan kurang lebih mencapai 600 km, yang terdiri dari jalan utama, jalan desa, maupun jalan lingkungan,” ujarnya.

Inovasi lain yang dilakukannya yakni pembangunan retaining wall pada saluran air di pinggir jalan dengan menggunakan batako. Inovasi menggunakan batako tersebut dilakukan karena pertimbangan lokasi yang jauh untuk mendapat batu belah.

Penggunaan batako juga dilakukannya pada program bantuan stimulan perumahan yang tengah gencar dilakukan. Pembuatan batako dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara bekelompok. Hal ini dilakukan selain efisiensi anggaran, juga menumbuhkan kembali semangat gotong-royong.

Penanganan menghadapi kekeringan juga menjadi bahasan. Disampaikannya Pemkab Mesuji telah melakukan upaya penyemprotan pada lahan pertanianyang mengalami kekeringan. Hal ini dilakukan guna mencegah gagal panen. Alhasil, dua kali panen raya berhasil dilakukan beberapa waktu yang lalu.

“Penanganan kesulitan air bersih juga dilakukan dengan mengoptimalkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Selain kekeringan, air payau juga sedang dihadapi beberpaa wilayah di Kabupaten Mesuji. Saat ini kami tengah membangun sumur bor di beberapa titik lokasi kekeringan, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.