Lampung Fair 2017 Ternoda Ornamen Siger Berlekuk 13

  • Bagikan
Siger lekuk 13 di anjungan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung.

TERASLAMPUNG.COM — Bagi pengunjung yang kurang paham makna siger (sigogh), ornamen siger yang dipasang di anjungan (stand) Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung di arena Lampug Fair 2017 di PKOR Way Halim barangkali akan dinilainya biasa saja. Namun, bagi ulun Lampung yang menjunjung tinggi adat budaya leluhur, penampilan ornamen siger di anjungan milik lembaga Pemprov itu terasa aneh. Bahkan membuat gusar dan marah.

Seniman tradisi Lampung Syafril ‘Rajo Gamolan’ Yamin,misalnya, lewat unggahan gambarnya di Facebook mengritik keras ornamen siger berlekuk 13.

“Siger …Sigokh masa Kini..Jaman Now Now an..Aalah apalah Kawan …..Ini Kebodohan.atau Kepinteran…atau Apalah apalah…???” tulis Mamak Lil, sapaan akrab Syafril Yamin.

Menurut Mamak Lil, tidak pantas  siger berlekuk 13 itu dipasang di stand Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung.

“Sejak kapan Lampung mengubah siger lekuk 7 dan 9 menjadi lekuk 13? Ini  sudah jelas merusak dan melukai masyarakat adat Lampung,” katanya.

Mamak Lil meminta agar ornamen siger tersebut segera digant. Jika tetap dibiarkan, kata dia, masyarakat pemilik adat budaya Lampung harus bersikap dengan melakukan protes.

Belum dikonfirmasi siapa pembuat ornamen siger dengan jumlah lekuk yang tidak biasa itu. Yang pasti, ornamen itu sudah terpasang di anjungan Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Lampung sejak acara pembukaan Lampung Fair 2017, beberapa hari lalu.

Siger atau sigokh adalah mahkota pengantin wanita Lampung yang berbentuk segitiga, berwarna emas, dan biasanya memiliki lekuk berjumlah sembilan atau tujuh. Jumlah lekuk tersebut memiliki makna yang dalam.

Siger milik suku Lampung adat Saibatin memiliki lekuk tujuh dan dengan hiasan batang/pohon sekala di masing-masing lekuknya. Hal itu mengandung makna ada tujuh adok/gelar pada masyarakat pesisir yaitu Suttan/Dalom, Raja Jukuan/Dipati, Batin, Radin, Minak, Kimas dan Mas/Inton. Bagi adat Lampung Saibatin, selar/adok ini hanya dapat digunakan oleh keturunan lurus (langsug) saja.

Siger masyarakat adat Lampung Pepadun memiliki lekuk sembilan. Artinya, ada sembilan marga yang menjadi pembetuk atau bagian terpenting dan tak terpisahkan dalam adat Pepadun.

 

  • Bagikan