Lampung Harus Bersiap Diri Hadapi MEA 2015

  • Bagikan

Supriyanto/Teraslampung.com


Ir. Mustafa

GUNUNGSUGIH- Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung  Mustafa, mengingatkan, pemerintah daerah dan dunia usaha harus bersiap menghadapi sistem perdagangan terbuka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku tahun 2015. Pada masa itu, para pelaku usaha dan barang-barang dari negara tetangga bisa masuk bebas di Indonesia.

”Kita harus bersiap diri menghadapi pasar bebas Asean. Kita harus optimis akan persaingan tersebut. Kita yakin pengusaha kita cukup tangguh,” kata Mustafa, Kamis (9/10).

Untuk menghadapi MEA, Mustafa berharap terbangun sinergi yang baik dan lebih kuat antara dunia usaha dengan pemerintah. Menurutnya, harus ada dukungan pemerintah daerah, terutama dalam hal penguatan ahli teknologi. Selain itu kata dia, untuk menguatkan sektor swasta dibutuhkan iklim ekonomi yang lebih baik dan kondusif. Untuk penguatan sektor UMKM, tegas Mustafa, dia yakin pemerintah daerah sudah memiliki kebijakan yang baik, terutama dalam penyaluran kredit untuk UMKM.

”Selama ini saya lihat perbankan sudah menyalurkan kredit ke UMKM. Tapi ada beberapa sektor baru usaha mikro yang belum diperhatikan. Tapi perlu juga kita inventarisi UMKM di Lampung bisa diunggulkan,”katanya.

Pemerintah daerah, kata dia, harus melakukan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui  penyiapan kompetensi SDM. Karena masih banyak industri padat karya yang kekurangan tenaga kerja kompeten sehingga berpengaruh pada produktivitasnya. Produktivitas tegas Mustafa, merupakan faktor penting dalam pertumbuhan perekonomian. Produktivitas dapat menjadi daya tarik investasi dan memperluas lapangan pekerjaan.

“Produktivitas juga tergantung pada penguasaan teknologi yang memerlukan kompetensi SDM yang lebih tinggi,” katanya.

Ditandaskan Mustafa, Kadin Provinsi Lampung  sudah ada kesepakatan membangun kerjasama dengan  pemerintah Tiongkok, terkait dengan rencana perakitan kendaraan. Kesepakatan kerjasama itu kata, dia akan segera di tanda tangani naskah Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua beleh pihak.
Kita tahu, kata Mustafa, Tiongkok mampu membangun kekuatan ekonomi melalui penguatan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam semua sektor industri.

”Kita akan melakukan perakitan kendaraan, dimana sukucadangnya kita datangkan dari tiongkok, yang di produksi oleh UMKM di sana,” kata dia.

Melalui kerjasama ini, lanjutnya, selain mengatasi tantangan yang timbul, kita juga harus mampu memanfaatkan peluang dengan meningkatkan daya saing tenaga kerja kita. Diharapkan dengan ini terbukanya pasar kerja di Lampung.

”Kita akan memanfaatkan tenaga kerja perakitan dari alumni SMK. Saya kira di Lampung sudah cukup banyak SMK yang memiliki keunggulan di bidang otomotif, para alumni inilah yang kita rekrut,”tandasnya.

  • Bagikan